Ustaz Somad Bongkar Rahasia ISIS, Ternyata Bukan Islam
- Repro Instagram
VIVA – Dalam sepekan ini, kelompok pengikut teroris dunia yang bercokol di Indonesia, tergabung dalam sel-sel Jamaah Ansharud Daulah, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAD/ JAT, melakukan serangkaian serangan teror ke beberapa lokasi di sejumlah wilayah, korbannya cukup banyak, baik yang wafat maupun yang terluka.
Meski demikian, ada sebanyak 17 orang yang ikut dalam serangan teror itu tewas. Diketahui, serangan teror terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Markas Polrestabes Surabaya, Polda Riau dan ledakan bom rakitan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Selama ini, para pelaku peledakan bom dan penyerangan mengklaim diri mereka berjihad atas nama Allah. Dan mereka menyebut semua pihak yang diserang sebagai kaum kafir.
Tak cuma membunuh, kelompok ini juga sering melakukan propaganda seolah apa yang mereka lakukan ada dalam ajaran Islam. Padahal, sebenarnya Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan.
Sejak kemunculan kelompok teroris sel ISIS, mungkin tak banyak yang tahu, siapa mereka sebenarnya. Karena, diketahui selama ini mereka selalu membawa panji-panji Islam dalam kejahatannya.
![]()
Menurut Ustaz Abdul Somad, ISIS bukan lahir dari Islam, dan bukan masuk dalam golongan orang Islam, mereka sebenarnya secara tak langsung dibentuk oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Dan Ustaz Somad memastikan ISIS sudah keluar dari ahli sunnah.
Dalam sebuah kesempatan berceramah yang diunggah di akun Youtube, Ustaz Abdul Somad dengan gamblang membongkar kedok rahasia teroris ISIS sebenarnya.
"ISIS bagi yang mau mencari, tulisan Arabnya, DAIS, Daulah Alislamiyah Iraq Suriah. Atau bahasa Inggrisnya dijuluki Islamic State in Iraq and Syria," kata Ustaz Somad seperti dikutip VIVA dari rekaman berdurasi kurang dari tiga menit itu.
Somad mengatakan, ISIS sudah keluar dari ahli sunnah karena tiga sebab penting.
Pertama, kata Ustaz Somad, petinggi utama ISIS, yaitu Abu Bakr Al Baghdadi, mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin atau khalifah.
"Dalam Islam, khalifah tidak mengangkat dirinya sendiri, Abu Bakar tak mengangkat dirinya, sahabat membait Abu Bakar. Begitu, Ali tak pernah mengangkat dirinya, setelah Usman meninggal, sahabat membait Ali. Abu Bakr, enggak. 'Kalian membait aku, siapa yang tak membait aku, kafir'.Dibacakannya hadis, 'siapa yang mati, tidak membait, matinya mati jahiliah'. Itu kesalahan fatalnya yang pertama," kata Somad.