Hadiri Halal Bihalal PP Muhammadiyah, JK dan Anies Semobil

Wapres Jusuf Kala bersama Anies Baswedan saat tiba di Auditorium KH Ahmad Dahlan
Sumber :
  • Anwar Sadat

VIVA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kembali berada dalam satu mobil bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Kali ini JK dan Anies menghadiri acara halal bihalal dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Jalan Menteng 62, Jakarta Pusat, Rabu 4 Juli 2018.

img_title PP Muhammadiyah Instruksikan Jajaran Persyarikatan Ikut Dukung Penanganan Karhutla

JK dan Anies tiba sekira pukul 10.00 WIB. Dia sempat melemparkan senyum dan mengucapkan salam. "Assalamualaikum," kata JK saat memasuki ruangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, melalui halal bihalal ini sekaligus dimanfaatkan untuk silaturrahmi kebangsaan. Dimana hal tersebut dapat mempererat persaudaraan antarsesama warga bangsa.

img_title Muhammadiyah Desak Pencegahan Karhutla Diperketat, Pelaku Pembakaran Lahan Harus Bertanggung Jawab

"Teruslah kita berdialog, bekerja, dan berperan dengan jalur kita sebagai organisasi kemasyarakatan. Tidak perlu bertukar tempat menjadi parpol dan parpol dan ormas," ujar Haedar dalam sambutannya.

Halal bihalal Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Menteng

img_title Kejutan Survei! KDM Salip Anies di Bursa Capres, Elektabilitas Gibran Pepet AHY

Berdasarkan pantauan di lokasi, turut hadir, Ketua Umum PP 'Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, dan Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.

Selain itu, hadir pula Politisi PAN, Amien Rais, Mantan Kapolri Badrodin Haiti, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, cendikiawan Muslim Bahtiar Effendy, mantan Mendikbud Abdul Malik Fajar, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Sekjen MUI Anwar Abbas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Duta Besar Negara sahabat.

Ilustrasi Karhutla

Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan

Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena bisa menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut