Canggihnya Helm Pilot Apache TNI AD, Harganya Setengah Miliar Rupiah

Pilot helikopter Apache AH-64 milik TNI Angkatan Darat, Lettu Cpn Alexius Darmadian.
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

VIVA – Baru ada sepuluh pilot Indonesia yang kini bisa merasakan langsung kecanggihan helikopter tercanggih dunia yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Helikopter jenis Apache AH-64 itu kini diparkir di Skuadron 11/Serbu Semarang dan rutin dipakai bermanuver terbang setiap hari.

img_title Presiden Prabowo Beri 3 Helikopter Water Bombing dan 200 Pompa Air Apresiasi Penangangan Karthula di Kalteng

Salah satu pilot heli buatan Amerika Serkat itu adalah Letnan Satu CPN Alexius Darmadian. Prajurit lulusan Akademi Militer Magelang 2012 itu menjadi satu dari sepuluh pilot terbaik Indonesia yang telah memiliki kualifikasi standar menjalani pelatihan di US Army Flank School Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alexius mengaku menerbangkan pesawat capung Apache menjadi kehormatan tersendiri baginya. Itu lantaran helikopter serang dengan persenjataan paling mutakhir dengan berbagai keunggulan dibanding heli-heli milik Indonesia sebelumnya.

img_title Prabowo Tambah 1.500 Personel dan 6 Helikopter Tangani Karhutla

"Tentunya sensasinya sangat berbeda. Ibaratnya kalau mobil, mobil Ferrari. Harganya 50 juta dolar (Amerika Serikat). Semua peralatannya, hitungannya memang sangat canggih," kata Alex saat berbincang dengan VIVA akhir pekan lalu.

Helikopter Apache di Pangkalan TNI Angkatan Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat, 20 Juli 2018.

img_title Menkes Sebut Ada 6 Helikopter Jadi Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi

Untuk beradaptasi menunggangi heli Apache, Alex mengaku butuh waktu delapan bulan di Amerika. Di sana ia dididik khusus, utamanya mempelajari proses pengoperasian heli dengan sistem optik elektronik itu.

"Yang memakan proses karena kita dari sistem (heli) analog ke sistem digital. Lalu sensor di helm yang menggunakan instrumen di komputer semuanya bisa dilihat," katanya.

Kecanggihan pelindung kepala ini, Alex menjelaskan menjadi kunci pilot untuk mengontrol semua pesenjataan yang ada di pesawat. Helm ini juga dilengkapi sensor inframerah yang memungkinkan membidik musuh dalam pertempuran pada malam hari.

"Dengan helm ini kita juga bisa mengakses langsung informasi misi melalui mission processor. Bisa juga mengendalikan arah tembakan dan menghitung kecepatan angin," ujarnya.

Pengadaan helm khusus pilot Apache AH-64 dilakukan oleh Kementerian Petahanan dengan menggandeng Elbit Systems of Amerika, Dort Worth, Texas pada 2015. Harga kontrak untuk 300 helm senilai 13,2 juta dolar Amerika atau kira-kira Rp500 juta alias setengah miliar rupiah per unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk satu helm harganya mencapai senilai Rp500 juta. Satu pesawat hanya dua helm karena hanya dua awak," ujarnya.

Paling Canggih

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut