Dua Mahasiswa Bobol Kartu Kredit Warga Australia

Polisi gelar kasus pembobolan kartu kredit oleh dua mahasiswa.
Sumber :

VIVA – Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri menangkap dua mahasiswa karena membobol kartu kredit milik warga negara Australia. Dua mahasiswa itu berasal dari universitas berbeda.

img_title BI Beri Hadiah ke Pedagang Pengguna QRIS di HUT RI Ke-81, Simak Keuntungannya

"Mereka dari dua universitas, yang satu di Yogyakarta, satu di Bandung," kata Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri Brigjen Pol Albertus Rahmad Wibowo, di kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa 28 Agustus 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Albertus menuturkan, kedua pelaku masing-masing berinisial D dan AR. Keduanya belajar menjebol kartu kredit secara otodidak.

img_title Bunga Mulai Nol Persen untuk Transaksi Minimal Rp100 Ribu, Program Cicilan BRI Kartu Kredit Kini Lebih Ringan

Menurut Albertus, mulanya kejadian ini ditemukan dari laporan Kepolisian Australia yang menangkap seorang mahasiswa asal Indonesia berinisial AS di New South Wales, Queensland.

AS ditangkap karena menerima barang-barang dari belanja online yang dibayarkan melalui kartu kredit ilegal. "Mahasiswa ini menerima barang hasil kejahatan puluhan ribu dolar Australia dengan kartu kredit WNA," ujar dia.

img_title BRI Kartu Kredit Contactless Kini dapat Digunakan di MRT Jakarta

Adapun modus yang dilakukan kedua mahasiswa itu dengan mengirimkan surat elektronik melalui spam. Di dalam email itu penerima diminta untuk memasukkan sejumlah data pribadi.

"Penerima diminta untuk memberikan nama, nomor kartu, masa berlaku kartu hingga tiga nomor terakhir kartu. Nasabah yang lalai akan mengisi ini," ujar dia.

Setelah mendapatkan data, dua mahasiswa itu berkenalan dengan AS yang saat itu ingin membeli tiket online dari Indonesia menuju Australia. Dua mahasiswa itu menjual tiket kepada AS menggunakan kartu kredit bodong tersebut.

"AS juga dirayu untuk menerima sejumlah barang yang dibeli dan diminta untuk dikirimkan kembali ke Indonesia seperti kamera go pro dan peralatan elektronik lainnya," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada sekitar 4.000 kartu kredit yang dikumpulkan tersangka dan yang dipergunakan belanja ada sekitar sembilan kartu kredit. Total kerugian dari kasus ini mencapai sekitar 20 ribu dolar Australia.

"Karena sudah menemukan pelaku, kami meminta polisi di Australia untuk mempertimbangkan hukuman AS. Akhirnya AS tidak dikenakan pidana hanya denda," kata dia.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Ryan Rizaldy

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, BI Sediakan Fasilitas Kredit Pembayaran Bagi Nasabah Ritel

BI & ASPI menerbitkan Kartu Kredit Indonesia (KKI), yakni opsi pembayaran via fasilitas kredit dengan transaksi domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.

img_title
VIVA.co.id
17 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut