Ratusan Napi di Lapas Palu Kabur Akibat Gempa dan Tsunami
- VIVA.co.id/Andri Mardiansyah
VIVA – Gempa di Kabupaten Donggala disusul tsunami di Kota Palu Sulawesi Tengah, 28 September kemarin, dimanfaatkan narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, untuk kabur.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Adhi Yan Ricoh mengungkapkan, jumlah warga binaan di tempatnya ada sebanyak 560 orang. Lebih separuh dari mereka pergi setelah tembok-tembok penjara roboh.
Menurut Adhi, pihaknya tidak bisa mencegah para napi pergi, karena kondisi gelap setelah padamnya listrik dan jumlah petugas yang terbatas. Apalagi, kata dia, para petugas juga tampak panik dan berusaha menyelamatkan diri.
"Kondisinya sangat cepat terjadi, sulit mengendalikan situasi saat itu, karena petugas juga panik dan berusaha menyelamatkan diri sendiri," kata Adhi saat dihubungi VIVA, Sabtu, 29 September 2018.
Mengenai upaya pencarian, Adhi mengatakan, pihaknya masih menunggu kondusifnya Kota Palu pasca gempa dan tsunami. Terlebih, kata dia, mayoritas petugas dan pihak Kepolisian fokus untuk menangani korban musibah tersebut.
"Kami baru saja mengirimkan laporan ke pusat terkait hal ini. Masalah komunikasi menjadi kendala tersendiri saat ini," kata dia.
Ia menyebut, kondisi lapas Palu saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Sejumlah dinding roboh, yang mengakibatkan para napi bebas untuk keluar dari area lapas. (mus)