Bantuan Awal Gempa Palu Dikirim dari Bitung dan Samarinda

Kondisi Bandara Mutiara Sis Al Jufri yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rolex Malaha

VIVA – Sejumlah bantuan awal untuk para korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, dikirim melalui jalur laut dari Bitung, Sulawesi Utara, dan Samarinda, Kalimantan Timur.

img_title Viral Video Air Laut Surut Usai Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Menurut Direktur Kepelabuhan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) M Tohir, jalur laut dipilih karena Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, baru memungkinkan untuk melayani pendaratan pesawat, Sabtu sore, 29 September 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengiriman bantuan harus dilakukan secepat mungkin untuk para korban. "Dari beberapa informasi, dari Bitung akan dilakukan perbantuan dengan menggunakan dua kapal patroli yang saat ini sudah bertolak ke Palu," ujar Tohir dalam konferensi pers di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 September 2018.

img_title Gempa M 6,7 Guncang Palu dan Sekitarnya, BMKG Ungkap Pusat Gempa Berada di Daratan

Saat ini di Samarinda, sebuah kapal navigasi milik Kemenhub masih bersandar sambil menunggu seluruh logistik bantuan terkumpul. Adapun kapal-kapal itu membawa bantuan yang dinilai paling mendesak untuk para korban, seperti makanan siap saji hingga peralatan kesehatan.

"Logistik bantuan untuk diangkut kapal di Samarinda hingga saat ini masih ditunggu terus sebelum pemberangkatan." (mus) 
 

img_title Kebut Pembangunan Pasca Gempa-Tsunami di Sulteng, Lebih 5 Ribu Huntap Disiapkan
Ilustrasi gempa bumi

BMKG Buka Suara soal Potensi Likuifaksi Usai Gempa M 6,7 di Palu, Ini Penjelasannya

BMKG mengungkap kemungkinan likuifaksi pascagempa magnitudo 6,7 di Palu. Hingga kini belum ada laporan likuifaksi maupun longsor di wilayah terdampak.

img_title
VIVA.co.id
16 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut