Banser Tolak Minta Maaf, Karena yang Dibakar Bendera HTI

Keterangan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) terkait pembakaran bendara tauhid.
Sumber :
  • Syaefullah

VIVA – Barisan Ansor Serba Guna atau Banser menolak permintaan Majelis Ulama Indonesia, agar organisasi sayap Nahdlatul Ulama itu meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, terkait pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang dilakukan anggota Banser.

img_title Pastikan Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Anggota Banser, Polisi Panggil Ulang Habib Bahar pada 11 Februari

"Minta maaf atas apa? Atas pembakaran bendera HTI, itu tidak. Bagi kami, prinsip kebangsaan kami jelas, bahwa Indonesia ini final, NKRI sudah final. Tidak boleh ada lagi bentuk negara lain di luar NKRI di Indonesia ini. Ketika ada HTI yang ingin mengubah bentuk negara, tentu kita akan menolak," kata Ketua Umum Banser, Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan persnya, Rabu 24 Oktober 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dia juga menegaskan, Banser jelas menolak terhadap simbol-simbol yang terkait dengan HTI. Karena itu, dengan meyakini bahwa bendera yang dibakar adalah bendera HTI, maka Banser tentu tidak perlu meminta maaf terkait hal ini.

img_title Tak Sendirian, Polisi Ungkap Ada 3 Tersangka Lain Dalam Dugaan Penganiayaan Banser yang Jerat Habib Bahar, Siapa Mereka?

"Termasuk, simbol-simbol mereka. Karena, kami meyakini bendera yang dibakar teman-teman itu bendera HTI, tentu kita tidak akan minta maaf kepada HTI. Jelas berbeda, kami dengan mereka berbeda," katanya.

Bakar bendera HTI bukti cinta Tanah Air

img_title Terungkap Peran Habib Bahar Bin Smith Dalam Dugaan Penganiayaan Anggota Banser

Banser memastikan, apa yang dilakukan anggotanya dengan membakar bendera HTI adalah bukti kecintaan terhadap Tanah Air.

Dijelaskan Sekretaris Jenderal GP Ansor, Abdul Rochman, saat peringatan hari santri di Kabupaten Garut, Jawa Barat, anggota Banser memang menertibkan oknum yang membawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Penertiban dilakukan, karena ada peraturan dari panitia peringatan Hari Santri Nasional yang dilanggar, dengan adanya yang membawa bendera HTI.

"Dalam situasi tersebut, beberapa oknum Banser secara spontan melakukan pembakaran bendera HTI. Tindakan yang dilakukan Banser itu menunjukkan kecintaan Banser dan seluruh peserta pada bangsa dan Tanah Air, di tengah memperingati Hari Santri Nasional," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, bahwa oknum yang membawa bendera HTI sama sekali tidak mengalami penganiayaan atau preskusi oleh Banser. Ini jelas menunjukkan kalau anggota Banser taat dan disiplin dengan perintah organisasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa Banser memegang teguh kedisiplinan seperti digariskan organisasi dan sudah sesuai koridor hukum yang berlaku," katanya.

Anggota Banser Ngaku Dianiaya saat Hadir Maulid, Tuding Habib Bahar Terlibat

Pengakuan Mengejutkan Anggota Banser yang Dianiaya Habib Bahar: Ditodong Golok, Katanya Mau Dimutilasi

Anggota Banser berinisial R mengaku dianiaya usai menghadiri acara Maulid Nabi di Cipondoh, Tangerang. Pengakuannya menyebut dugaan pengeroyokan oleh Habib Bahar bin Smit

img_title
VIVA.co.id
9 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut