GP Ansor: Dahulu PKI Ingin Bubarkan Banser, Sekarang HTI

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qaumas
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Gerakan Pemuda Ansor menanggapi santai desakan sejumlah kalangan yang menyuarakan pembubaran Barisan Serba Guna atau Banser, organisasi sayap mereka.

img_title Pastikan Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Anggota Banser, Polisi Panggil Ulang Habib Bahar pada 11 Februari

Banser bukan sekali ini saja didesak dibubarkan, sebagaimana diingatkan Sekretaris Jenderal GP Ansor, Abdul Rochman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dahulu, katanya, Partai Komunis Indoensia (PKI) ingin membubarkan Banser. Tetapi, PKI-lah yang justru dibubarkan oleh pemerintah.

img_title Tak Sendirian, Polisi Ungkap Ada 3 Tersangka Lain Dalam Dugaan Penganiayaan Banser yang Jerat Habib Bahar, Siapa Mereka?

Sekarang, dia menengarai, kalangan ingin membubarkan Banser adalah Hizbut Tahrir Indonesia. Tetapi, organisasi itu lebih dahulu dibubarkan oleh pemerintah, karena dianggap bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"DN Aidit, (ketua) PKI, ingin membubarkan Banser waktu itu, alhamdulillah kita masih tetap. Jadi, saya kira, orang yang sama, organisasi terlarang ini ingin membubarkan organisasi Banser. Dahulu PKI, sekarang HTI," ujar Abdul Rochman di kantornya, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. 

img_title Terungkap Peran Habib Bahar Bin Smith Dalam Dugaan Penganiayaan Anggota Banser

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas menjelaskan bahwa Banser memiliki sejarah panjang atas kemerdekaan Republik Indonesia, berbeda dengan HTI datang belakangan, yang tiba-tiba ingin mengubah sistem negara ini sesuai keinginan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pembubaran organisasi, saya kira sudah ada aturan perundangan-undangan. Kalau memang memenuhi peraturan perundang-undangan, silakan saja, bagian dari aspirasi masyarakat, dan ini negara hukum, dan silakan diproses secara hukum," katanya.

Yaqut siap menghadapi orang-orang yang akan membubarkan Banser. Tetapi, pada dasarnya, tak ada alasan untuk membubarkan Banser. "Kalau sebagian kecil orang menginginkan itu, silakan proses hukum bahwa pembubaran secara fisik dan paksa tentu tidak mungkin, tidak bisa," katanya.

Anggota Banser Ngaku Dianiaya saat Hadir Maulid, Tuding Habib Bahar Terlibat

Pengakuan Mengejutkan Anggota Banser yang Dianiaya Habib Bahar: Ditodong Golok, Katanya Mau Dimutilasi

Anggota Banser berinisial R mengaku dianiaya usai menghadiri acara Maulid Nabi di Cipondoh, Tangerang. Pengakuannya menyebut dugaan pengeroyokan oleh Habib Bahar bin Smit

img_title
VIVA.co.id
9 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut