Petani Keramba Jaring Apung Protes Dituding Cemari Lingkungan

Ilustrasi keramba.
Sumber :
  • Antara/ Azhari

VIVA – Para pembudidaya ikan Keramba Jaring Apung atau KJA, mengeluarkan petisi yang menyatakan dirugikan dengan adanya tuduhan bahwa kegiatannya mencemari lingkungan perairan danau dan waduk. Petisi tersebut pun akan diberikan langsung ke Presiden Joko Widodo. 

img_title Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunung Sitoli Nias

Dikutip VIVA dari petisi tersebut, Sabtu 27 Oktober 2018, tudingan tersebut sangat merugikan para petani KJA. Terlebih lagi, banyak industri, peternakan dan rumah tangga, limbahnya masuk ke danau atau waduk. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petisi tersebut juga menyebutkan, beberapa pemerintah daerah telah mengeluarkan larangan beroperasi, jumlah KJA dipangkas, dan bahkan ada pula daerah yang menghilangkan total. Pemerintah pusat pun dinilai tidak memiliki kebijakan jelas terhadap KJA.

img_title Kawal Program Irigasi di Grobogan, Ibas: Infrastruktur Harus Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah pusat dan daerah diminta untuk meninjau ulang peraturan pembatasan serta penghapusan KJA. Para petani pun siap melakukan dialog, dibina dan diatur dengan kebijakan yang baik. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Masyarakat Akuakultur Indonesia, Agung Sudaryono pada International Conference of Aquaculture Indonesia, di Yogyakarta, Jumat 26 Oktober 2018 mengatakan, dukungan regulasi pemerintah penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para petani keramba. 

img_title 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mentan: Kesejahteraan Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah

Di depan ratusan pembudidaya keramba, Agung mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan petisi ini. Upaya itu agar dapat menghasilkan aturan yang mengakomodasi kepentingan semua pihak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Petisi ini akan kami perjuangkan sampai pemerintah bisa memaklumi bahwa kita butuh makan, di situ sebagai sumber ekonomi masyarakat. Pemerintah harusnya men-support dan memfasilitasi," ujar Agung. 

Berdasarkan data MAI, jumlah petani KJA termasuk sumber daya manusia lain yang terlibat di dalamnya saat ini berjumlah lebih dari 59 ribu jiwa. Mereka tersebar di berbagai waduk dan danau di seluruh Indonesia. Multiplier effect yang ditimbulkan dari industri tersebut tercatat mencapai angka triliunan.

Ilustrasi limbah organik

Limbah Rumah Tangga Bisa Jadi Sumber Cuan Petani, Begini Caranya

Limbah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk dan pestisida alami untuk menekan biaya produksi pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi petani.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut