Mesum Dengan Karyawan, Manajer Hotel Dicambuk

Manajer Hotel Rumoh PMI saat dieksekusi cambuk.
Sumber :

VIVA – Manejer Hotel Rumoh PMI di Banda Aceh berinisial MFP (34) dan pasangannya N (21) dicambuk sebanyak 28 kali di halaman Masjid Teuku Umar, Seutui, Banda Aceh pada, Senin 29 Oktober 2018.

img_title Pelanggar Syariat Islam di Aceh Dihukum Cambuk di Depan Umum, Terhukum Wanita Pingsan saat Dieksekusi

Mereka terbukti melanggar Pasal 25 Ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat. Keduanya melakukan hubungan badan di salah satu kamar hotel Rumoh PMI tersebut pada Kamis 13 September 2018 lalu. Sementara N merupakan karyawati di hotel itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantauan VIVA, saat dicambuk MFP sempat meringis kesakitan, dan ia meminta untuk berhenti sejenak karena tak kuat menahan sakit. Setelah itu, algojo kembali melanjutkan untuk mencambuk MFP.

img_title Jangan Salah Langkah, Ini Prinsip 'Investasi Halal' yang Wajib Dipahami Umat Muslim

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang ikut menyaksikan proses cambuk itu mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menegakkan syariat Islam. Kata dia, siapa saja yang melanggar akan tetap diberikan hukuman cambuk.

"Eksekusi cambuk harus terus dilaksanakan jika ada pelanggaran Syariat Islam, tentunya kita tidak pandang bulu," tegas Aminullah.

img_title Gubernur Aceh Akan Keluarkan Surat Edaran Toko Tutup saat Waktu Salat

Untuk itu, ia meminta kerja sama pada masyarakat untuk melaporkan jika ada pelanggar syariat islam dilingkungannya. "Ini yang di cambuk hari ini juga hasil dari laporan warga," kata Aminullah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, MFP dan N digrebek warga Ateuk Munjeng, Kecamatan Baiturrahman. Mereka digrebek di dalam kamar hotel, saat digrebek mereka telah melakukan hubungan badan. Warga juga menemukan alat kontrasepsi yang telah digunakan.

MFP bukan baru pertama kali mengencani karyawatinya itu, menurut karyawan Hotel Rumoh PMI, sang Manajer sudah hampir satu tahun membawa N selalu masuk dalam kamar hotel.

Ilustrasi memukul anak.

Singapura Berlakukan Hukum Cambuk Siswa Laki-laki Pelaku Bullying di Sekolah

Singapura menyetujui pedoman pendidikan baru yang membuka kemungkinan penerapan hukuman cambuk di sekolah sebagai sanksi disiplin bagi pelaku perundungan (bullying)

img_title
VIVA.co.id
6 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut