Menteri Agama Tegaskan Tak Ada Bendera Tauhid Dibakar

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

VIVA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin merespons aksi unjuk rasa ribuan orang di sejumlah daerah yang menuntut polisi memproses hukum pembakar bendera berlafaz kalimat tauhid.

img_title Ragam Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Berbagai Daerah

Lukman meminta semua pihak bersabar dengan proses hukum yang tengah dilakukan oleh polisi. Namun dia mengingatkan bahwa sesungguhnya tak ada bendera kalimat tauhid yang dibakar dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bendera tauhid itu tidak ada; yang ada tulisan tauhid," katanya di sela-sela Sarasehan Reaktualisasi Agama dan Budaya di Rumah Tembi, Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat, 2 November 2018.

img_title Kenapa Hari Santri Nasional Dirayakan Setiap 22 Oktober?

Mengenai pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Poso, Sulawesi Tengah, Lukman menegaskan bahwa organisasi itu sudah dibubarkan oleh pengadilan. Kini sedang diajukan upaya hukum ke Mahkamah Agung sehingga keputusan lembaga tertinggi peradilan itu yang nantinya menjadi pedoman.

"Keputusan MA seperti apa namun presiden melalui Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) telah membubarkan badan hukum HTI karena jelas bertentangan dengan ideologi bangsa," katanya.

img_title 5 Fakta Unik Hari Santri Nasional yang Belum Banyak Diketahui Orang!

Namun demikian anggota HTI tetap sebagai warga bangsa sehingga mereka harus dirangkul dan sama-sama menjaga kebinekaan Indonesiaan. "Mereka harus kita jaga dan kita ayomi," ujarnya.

Pondok Pesantren Lirboyo

Berapa Biaya Masuk Pondok Pesantren?

Pondok pesantren menjadi salah satu pilihan bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Ada banyak alasan mengapa orang tua memilih memasukkan anak mereka ke pesantren.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut