Video Guru Diserang Murid, Pihak Sekolah Sebut cuma Guyonan
- Youtube
VIVA – Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan adanya video viral siswa sekolah tengah mempersekusi seorang guru bahkan terlihat seperti tengah mengeroyok guru di dalam kelas.
Dalam video yang beredar, sejumlah murid laki-laki di dalam kelas mendekati seorang guru sambil mendorongnya, dan ada yang menggunakan kaki, ada juga yang menggunakan tangan.
Guru yang membawa buku langsung melakukan perlawanan terhadap murid-murid sambil mencoba menendang dengan kaki untuk menghalau para murid itu. Sepatu sang guru pun sempat lepas saat membalas serangan para siswa. Para murid yang mengerumuni guru itu terlihat sembari tertawa lepas.
Dalam laman Instagram Gubernur Jawa Tengah @ganjar_pranowo yang diunggahnya, Minggu, 11 November 2018, kejadian itu di Sekolah Menengah Kejuruan NU 03 Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah. Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Surat tersebut ditandatangani Kepala SMK Nu 03 Kaliwungu, Muhadin S.Ag, M.Pdi, M.Si, 11 November 2018.
Berikut kronologi kejadian tersebut versi sekolah:
1. Pada hari Kamis, 8 November 2018, kegiatan belajar mengajar di Kelas X TKR mulai jam 09.15-13.20 adalah gambar teknik otomotif yang diampu oleh Bapak Joko Susilo S.Pd.
2. Pada jam 13.00, menjelang berakhirnya jam pelajaran tersebut, anak-anak ramai becanda, ada yang saling melempar kertas, dan salah satu kertas tersebut ada yang mengenai Pak Joko.
3. Selanjutnya, Pak Joko meminta anak-anak untuk mengaku siapa yang melempar tersebut, tidak ada yang mengaku tetapi justru beberapa anak maju kedepan kelas untuk bercanda guyonan, dengan harapan agar Pak Joko tidak marah.
Pada dasarnya, Pak Joko adalah guru yang suka bercanda dengan anak-anak pada saat pembelajaran. Tindakan tersebut ditanggapi reaktif oleh Pak Joko dengan melakukan gerakan seperti orang yang akan berkelahi. Sehingga membuat anak-anak semakin mendekati Pak Joko sambil tertawa-tawa menyentuh bagian tubuh Pak Joko.
Bagian inilah yang berkesan seolah-olah terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan terhadap guru. Setelah kejadian itu, pelajaran dilanjutkan kembali dan diakhiri dengan doa bersama. Ini membuktikan bahwa peristiwa itu murni guyonan anak-anak dan tidak ada tindakan pemukulan terhadap guru.