Sistem Komputer UIN Banten Lumpuh usai Diretas, Dosennya Tersangka

Ilustrasi hacker.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andry Arifin

VIVA – Sistem komputer di kampus Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten di Kota Serang, Provinsi Banten, dilaporkan lumpuh gara-gara aksi peretasan alias hacking.

img_title Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Sistem komputer yang tak bisa diakses, antara lain Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data(PTID), Sistem Kerja Pegawai (SKP), dan laman Siakad.uinbanten.ac.id. Bahkan laman Siakad.uinbanten.ac.id saat diakses menjadi terhubung ke Youtube.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem PTID dan SKP kali pertama dilaporkan tak dapat diakses pada 25 Februari, sementara laman Siakad.uinbanten.ac.id dua hari berikutnya. Otoritas kampus lantas mematikan semua komputer induk atau server untuk mencegah kerusakan yang lebih luas atau pencurian data.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Tim siber gabungan polisi dari Kepolisian Daerah Banten dan Markas Besar Polri lantas menginvestigasi kasus itu. Berdasarkan hasil pelacakan, aparat menemukan bahwa tersangka pembobol sistem komputer itu ternyata salah satu dosen di kampus tersebut, berinisial DR dan berusia 40 tahun.

Aparat menangkap si dosen di rumahnya di Banten pada Sabtu pekan lalu. Polisi menyita sejumlah barang bukti dari penggerebekan dan penangkapan itu, di antaranya laptop Macbook, ponsel, kabel data, hardisk eksternal, dan server fisik.

img_title Akun X TMC Polda Metro Jaya Diduga Kena Hack, Polisi Pastikan Sedang Dipulihkan

"Dia (pelaku) sarjana ilmu komputer. Dia (pelaku) menjadi dosen di [Fakultas] Ilmu Komputer [UIN Sultan Maulana Hasanudin]," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Komisaris Besar Polisi Rudi Hananto di Serang pada Senin, 4 Maret 2019.

Menurut Rudi, berdasarkan hasil penyelidikan tim siber, tersangka DR meretas laman Siakad.uinbanten.ac.id setelah mengunduh satu berkas kode eksploid di Internet. Berkas itu dapat dimanfaatkan untuk menyalin data pengguna (username) dan kunci (password) untuk melumpuhkan sistem.

Tersangka DR, katanya, sempat menghapus jejak digitalnya. Tim siber Polisi awalnya kesulitan menemukan jejaknya hingga dilakukan penyelidikan mendalam dan ditemukan pelakunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Motifnya pegawai ini [awalnya] jarang masuk, tapi absensinya penuh terus, [lalu] itegur sesama pegawai, kemungkinan sakit hati atau dendam," ujar Rudi.

Tim gabungan terus mengumpulkan data dan informasi atas kasus pembobolan sistem komputer di perguruan tinggi negeri di Banten itu. Sementara tersangka DR dijerat dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp2 miliar. (ren)

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut