Logo timesindonesia

Ketika Selebrasi Bukan Hal Penting Bagi Pemain Arema FC

Dedik Setiawan Ssetelah mencetak gol pada Laga Arema FC vs Barito Putera, (4/3/2019). (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dedik Setiawan Ssetelah mencetak gol pada Laga Arema FC vs Barito Putera, (4/3/2019). (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Sumber :
  • timesindonesia

Laga Arema FC vs Barito Putera dalam pertandingan Grup E Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada (4/3/2019) memunculkan banyak cerita. Salah satunya adalah ketika selebrasi dianggap bukanlah hal penting bagi pemain Arema FC.

Ketika berhasil mencetak gol pemantik semangat oleh Dedik Setiawan pada menit 78, pemain Arema FC tampak tidak tertarik untuk melakukan selebrasi berlebihan. Mereka lebih memilih bergegas untuk bagaimana sesegera mungkin menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Keinginan kuat itu akhirnya terbukti, Ahmad Nur Hardianto akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 tepat pada menit 90. Lagi-lagi Hamka Hamzah lebih memilih bergegas memungut bola dan dibawa ke tengah lapangan. Upaya itu memang harus dilakukan, jika terlena selebrasi maka justru menguntungkan Barito Putera.

Tambahan waktu lima menit membuat pemain-pemain Arema FC memaksa untuk lebih greget dalam melakukan serangan. Kerja keras mereka membuahkan hasil, kaki kanan Dedik Setiawan berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 tepat saat pertandingan akan berakhir.

Saat itulah selebrasi yang sebenarnya, tangis Dedik Setiawan pecah seakan tak percaya membawa Arema FC meraih kemenangan.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija menuturkan bahwa pemain Arema FC dalam laga Grup E Piala Presiden 2019 itu bermain hingga darah terakhir. “Saya sebut pemain saya hari ini bermain hingga tetes darah terakhir. Yang ada dipikiran mereka bagaimana cara memenangkan pertandingan,” ujar pelatih asal Bosnia ini. (*)