Logo timesindonesia

Ini Alasan Dubes Timteng Diboyong ke Blitar

Acara Diplomatic Outreach 2019, Rabu (6/3/2019). (FOTO: Aditya Hendra/TIMES Indonesia)
Acara Diplomatic Outreach 2019, Rabu (6/3/2019). (FOTO: Aditya Hendra/TIMES Indonesia)
Sumber :
  • timesindonesia

Ada alasan khusus yang melatarbelakangi mengapa lima duta besar dan empat pejabat diplomat negara Timur Tengah "diboyong" ke Kabupaten Blitar dalam acara Diplomatic Outreach 2019, Rabu (6/3/2019).

"Karena dari sisi kesejarahannya, Kabupaten Blitar selain sebagai tempat kelahiran Proklamator RI, Ir Soekarno juga mempunyai potensi Trade, Tourism, and Investment (TTI) yang luar biasa," kata Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Sunarko.

Lanjut Sunarko, karena dasar-dasar pembangunan telah diletakkan oleh proklamator, maka saatnya kini pembangunan dalam berbagai aspek di Kabupaten Blitar terus didorong untuk mem-follow up dasar-dasar yang telah ada itu dengan negara negara sahabat.

Secara politis, diakuinya, memang erat sekali hubungan Indonesia dengan negara negara di dunia, termasuk negara Timur Tengah. Karena itu kementerian luar negeri RI mendorong lebih banyak lagi kerjasamanya di sektor ekonomi,  perdagangan, investasi dan pariwisata.

"Ini adalah bagian dari upaya kita, Kementerian Luar Negeri untuk membumikan diplomasi kita bisa dikenal dan memperoleh  pemahaman langsung dari masyarakat atas upaya yang kita lakukan. Karena inti dari hubungan kita dengan negara-negara sahabat adalah untuk saling memberikan kemanfaatan, kemaslahatan dan keuntungan bagi bangsa dan negara," papar Sunarko.

Kabupaten Blitar, kata Sunarko, selain aspek kesejarahannya, karena disinilah kota Proklamator RI Ir Soekarno yang memiliki potensi dan pengembangan yang luar biasa besar. Dan itu penting untuk ditampilkan dengan mem-follow up dengan negara lain.

“Kegiatan ini untuk mengenalkan potensi TTI yang dimiliki Biltar kepada pada duta besar dan diplomat dari negara-negara Timur Tengah, Afrika, dan Pasifik,” ungkapnya.

Selama di Blitar, pada diplomat asing tersebut mengikuti berbagai kegiatan di antaranya Forum Ekonomi yang membahas potensi kerja ekonomi Blitar serta perkembangan umum hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara di kawasan khususnya di bidang ekonomi.

Selain itu para diplomat itu juga akan mengujungi pusat ekonomi dan wisata di antaranya Kampung Cokelat, Kebun Teh Sirah Kencong, PT Greenfields Indonesia, PT Adiputro Malang, dan pantai Serang.

Selain Timur Tengah yang merupakan mitra tradisional kerja sama ekonomi Indonesia, Kawasan Afrika dan Pasifik Selatan juga merupakan mitra ekonomi yang potensial bagi Indonesia. Pada April 2018 lalu, Kementerian Luar Negeri telah menyelenggarakan Indonesia Afrika Forum yang menghasilkan kesepakatan bisnis lebih dari Rp 6,75 itriliun dan akan dilanjutkan dengan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue pada 20-21 Agustus 2019. Sementara untuk Pasifik Selatan, Kementerian Luar Negeri akan melaksanakan Indonesia

Seperti diberitakan, selama tiga hari (5/3/2019-8/3/2019) Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar menyelenggarakan Diplomatic Outreach 2019 untuk mempromosikan potensi Trade, Tourism, and Investment (TTI) di Kabupaten Blitar yang diikuti lima duta besar dari Timur Tengah dan Afrika dan 4 diplomat negara Timur Tengah, Afrika dan Pasifik Selatan.(*)