Target JPU, Menit Akhir Rekaman Rani-Antasari

VIVAnews - Persidangan kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain dengan terdakwa Antasari Azhar kemarin memperdengarkan sejumlah rekaman. Salah satunya percakapan antara Antasari dengan istri ketiga Nasrudin, Rani Juliani.

Rekaman yang diperdengarkan tak jelas. Saksi ahli, Ruby Alamsyah mengakui sebagian isi pembicaraan Rani dan Antasari yang direkam melalui telepon genggam Nasrudin, berisi soal penawaran member golf, Modern Land, tempat Rani bekerja.

"Tapi mungkin yang diangkat JPU ada action. Kalau mendengar percakapan berkali-kali, perhatikan ending-nya, kebayang," kata Ruby dalam perbincangan dengan tvOne, Rabu 16 Desember 2009.

"Dilihat dengan jelas, didengar dengan jelas ada kegiatan lain [di akhir rekaman Rani-Antasari]," tambah dia.

Ditambahkan Ruby, sasaran jaksa ada di menit-menit terakhir. "Menit-menit terakhir, 15 sampai 18 menit," lanjut dia.

Sementara, kuasa hukum Antasari, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya tetap keberatan dengan pemutaran rekaman dalam sidang Antasari.

"Rekaman belum kita sebut sebagai barang bukti," kata Maqdir dalam kesempatan yang sama.

Apalagi, tambah dia, rekaman tidak pernah dikonfirmasi pada orang-orang yang diduga direkam suaranya.

"Pada saat Rani sebagai saksi, tidak pernah diperdengarkan pada Rani. Rekaman hampir tidak ada kaitan dengan perkara, [JPU] hanya mencoba memelihara bahwa ada sesuatu dalam perkara ini," tambah dia.

Rekaman yang diajukan jaksa penuntut umum tidak jelas terdengar. Hanya terdengar jelas Rani yang cekikikan manja ketika berbicara dengan Antasari.

"Bapak jangan ...[tak terdengar jelas] dong," kata Rani dalam rekaman.

Meski mendominasi isi rekaman, suara Rani tak terdengar jelas. Hanya terdengar Rani merayu Antasari. "Jangan ngambek dong," kata Rani, manja.

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Williardi Wizar, serta dua pengusaha yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya. Polisi dan dakwaan jaksa mengungkap ada motif asmara cinta segitiga dalam kasus pembunuhan Nasrudin. Namun, pihak Antasari menolak hal tersebut.