Uskup Agung Prihatin Kasus Gereja di Bekasi

VIVAnews - Uskup Agung Julius Kardinal Darmaatmaja mengajak semua umat beragama di Indonesia menjaga perdamaian. Dalam khotbah Misa Contifical, yang merupakan misa ketiga di Gereja Katedral, Jakarta, ia juga mengajak semua agama membangun persaudaraan.

Salah satu contohnya adalah kasus pembakaran gereja di Bekasi pada malam 1 Muharram atau 18 Desember 2009 lalu. Gereja Albertus yang sedang dibangun saat itu dirusak dan dibakar orang-orang tidak bertanggung jawab. Saat itu sejumlah tokoh-tokoh lintas agama dan pemuka di Bekasi ikut mengecam dan mengutuk peristiwa tersebut.

"Di hadapan dengan situasi demikian, maka  sangat tepat tema Natal yang dipilih Bertumbuh Menjadi Pembawa Damai yakni menciptakan perdamaian, menjadi manusia yang baik," katanya.

Misa Contifical juga dihadiri Duta Besar Vatikan Lepopold Girelli dan Pembantu Uskup Agung Ignatius Suharyo yang mendampingi Uskup Agung memimpin misa.

Uskup Agung dalam pidato khotbahnya juga menyatakan penghargaan kepada aparat keamanan yang telah membantu menjaga perayaan Natal berjalan baik dan damai.

Berdasarkan berita, Uskup Agung Julius Kardinal Darmaatdja mengetahui bahwa di Polda Metro telah menyiapkan 7.300 personel menjaga di sekitar 1.200 gereja di mana umat merayakan kebaktian dan misa malam Natal 2009.

"Terima kasih kepada aparat kepada aparat keamanan dan pemerintah daerah, dengan cara itu Anda menunjukkan sikap baik kepada semua orang," ujar Uskup Agung di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat 25 Desember 2009.

Uskup Agung merasa syukur bahwa persaudaraan antar umat beragama terjalin dengan baik. Sesuai dengan pesan Natal 2009, Bertumbuh menjadi Pembawa Damai, Uskup Agung mengajak seluruh umat untuk senantiasa membangun dan menumbuhkan hubungan persaudaraan. "Keimanan kepada Tuhan melahirkan sikap sebagai manusian yang baik, apapun agamanya," ujar Uskup Agung.

Sementara di Gereja Santo Yohanes Penginjil, Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, sekitar 900 jemaat anak-anak mengikuti misa khusus anak. Misa digelar sejak pukul 09.00 WIB.

Ketua panitia Yakobus Hekepung mengatakan, setiap tahun gereja Santo Yohanes memang selalu mengadakan misa khusus anak-anak. Suasana pun dibuat sesuai dengan dunia anak-anak. "Memang dibuat khusus agar pesan lebih mudah sampai ke anak-anak," kata dia.

Misa diisi dengan ibadat sabda, doa syukur agung, membaca alkitab, khotbah dan puncaknya perayaan pengubahan roti dan anggur. Setiap anak mendapat biskisan yang berisi buku paket doa, majalah anak-anak, susu, dan makanan kesukaan anak-anak.