5 Kota Besar di Indonesia Ini Surganya Nikmati Narkoba Pakai Vape

Rokok elektrik atau vape.
Sumber :
  • pixabay/LindsayFox

VIVA – Ternyata beberapa kota besar di Indonesia tercatat sebagai surganya menikmati narkoba lewat penggunaan rokok elektronik atau vape. Dari lima kota besar tersebut, Ibu Kota negara alias Jakarta adalah kota dengan konsumsi terbesar norkoba dengan menggunakan vape.

Lion Air Buka Suara soal 2 Pegawainya Ditangkap Kasus Penyelundupan Narkoba

Selain Jakarta sebagai daerah dengan penggunaan narkoba lewat vape paling besar di Tanah Air, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Generasi Anti Narkoba Indoensia (GANI) Djoddy Prasetio Widyawan, ada Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), Yogyakarta, dan Bali.

Adapun pelaku penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan vape adalah kalangan usia produktif, yakni dari 18 sampai 35 tahun. "Penyalahgunaan narkoba selalu mencari jalan bagaimana dia bisa mengonsumsi narkoba dengan memanfaatkan produk yang jelas," kata dia di Jakarta, Minggu, 8 September 2019, seperti dilansir dari VIVAnews.

2 Pegawai Lion Air Ditangkap Terlibat Penyelundupan Narkoba, Begini Modusnya

Karena itu, dia mengatakan, kelima kota tersebut bersama dengan produsen vape akan fokus melakukan kampanye soal bahaya narkoba agar vape tak disalahgunakan sebagai alat untuk mengonsumsi narkoba.

Dia pun mendukung penggunaan produk tembakau alternatif, khususnya produk tembakau yang dipanaskan untuk mengurangi jumlah perokok sekaligus diklaim memberikan risiko yang lebih rendah. Di samping itu, dia menyayangkan produk ini rawan disalahgunakan untuk narkoba.

Ceramahnya Dituding Sindir Rhoma Irama, Ini Klarifikasi Umi Laila

"Tidak tepat bagi industri produk tembakau alternatif untuk disalahkan," tuturnya

Untuk itu, dia berharap pemerintah dan pihak terkait membuat aturan khusus untuk produk tembakau alternatif yang terpisah dengan rokok dan sesuai dengan profil risikonya. Tujuannya untuk meminimalisir penyalahgunaan produk tembakau alternatif. Pihaknya pun siap dilibatkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Ilustrasi belanja online.

Riset: Kebiasaan Belanja Orang Indonesia, Bandingin Harga di Situs Online dan Toko Offline

Riset ini menyebut produk fashion dan kecantikan, (masing-masing sebanyak 46%) dibeli secara online, sementara kebutuhan sehari-hari seperti makanan (34%) secara offline.

img_title
VIVA.co.id
19 April 2024