Memungut Belas Kasih Jadi Manusia Silver

Suryadi, manusia 'silver dari Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • Syaefullah

VIVA – Menjadi 'manusia silver' sebenarnya bukan keinginan Suryadi. Demi empat anaknya, dia terpaksa harus menjalani cara ini. Setiap hari, dia melangkah melintasi trotoar di kawasan lampu merah Karet Bivak, Jakarta Pusat. Kardus untuk memungut belas kasih pengendara dia tenteng.

img_title Jokowi Bakal Bertemu Pengasuh Yayasan Al-Bhustomi Padepokan Anti Galau, KH Muhammad Ujang Busthomi Hari Ini

Kardus itu bertuliskan: "Assalamualaikum WR WB. Kepada Yth Bapak/Ibu dan Om/Tante. Saya ucapkan banyak2 terima kasih karena kepedulian anda besar manfaatnya bagi istri dan 4 anak saya. Semoga kebaikan bapak ibu dan om/tante ini di balas dan dilipatgandakan oleh Allah SWT Amien."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suryadi memilih kalimat itu sendiri. Dia tak mau menggunakan stiker yayasan tertentu, untuk menarik belas kasihan orang lain. Sebab, dia khawatir uang yang disetor kepada pihak tertentu untuk yayasan tidak jelas penyalurannya.

img_title Kecelakaan Lalu Lintas Bisa Dicegah, Budaya Keselamatan Berkendara Butuhkan Keterlibatan Berbagai Pihak

Bagaimana cerita mengenai kisah hidup Surayadi, meski dia telah menyadari bahaya cat silver pada tubuhnya, tapi Suryadi tidak memiliki pilihan.

Ilustrasi Menu MBG

MBG Perkuat Pasar Petani & Peternak Lokal, Evaluasi dan Pengawasan SPPG Harus Diperketat

Program MBG didorong agar tetap dilanjutkan dengan diiringi penguatan tata kelola dan pengawasan, terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta yayasan pengelola.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut