Memungut Belas Kasih Jadi Manusia Silver

Suryadi, manusia 'silver dari Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Suryadi, manusia 'silver dari Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • Syaefullah

VIVA – Menjadi 'manusia silver' sebenarnya bukan keinginan Suryadi. Demi empat anaknya, dia terpaksa harus menjalani cara ini. Setiap hari, dia melangkah melintasi trotoar di kawasan lampu merah Karet Bivak, Jakarta Pusat. Kardus untuk memungut belas kasih pengendara dia tenteng.

Kardus itu bertuliskan: "Assalamualaikum WR WB. Kepada Yth Bapak/Ibu dan Om/Tante. Saya ucapkan banyak2 terima kasih karena kepedulian anda besar manfaatnya bagi istri dan 4 anak saya. Semoga kebaikan bapak ibu dan om/tante ini di balas dan dilipatgandakan oleh Allah SWT Amien."

Suryadi memilih kalimat itu sendiri. Dia tak mau menggunakan stiker yayasan tertentu, untuk menarik belas kasihan orang lain. Sebab, dia khawatir uang yang disetor kepada pihak tertentu untuk yayasan tidak jelas penyalurannya.

Bagaimana cerita mengenai kisah hidup Surayadi, meski dia telah menyadari bahaya cat silver pada tubuhnya, tapi Suryadi tidak memiliki pilihan.

Lihat kisahnya dalam Cover Story VIVAnews dalam tautan.