Detik-detik Merapi Erupsi hingga Bandara Ditutup

Merapi erupsi
Sumber :
  • Twitter BPPTKG

VIVA – 

img_title Erupsi Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, 341 Ribu Penumpang Terdampak

Gunung Merapi meletus pada Selasa, 3 Maret 2020 pagi. Akibatnya, sejumlah maskapai penerbangan seperti di Bandara Adi Soemarmo sempat kena dampaknya. Namun, Bandara Internasional Adisutjipto masih tetap normal aktivitasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menjelaskan kronologi letusan Gunung Merapi melalui situs resminya merapi.bgl.esdm.go.id.

img_title 2.961 Penerbangan dan 341 Ribu Penumpang Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau dalam 3 Hari Terakhir

Kronologi

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menjelaskan terjadi letusan kembali dengan tinggi kolom 6 km pada 3 Maret 2020 sekitar jam 05.22 WIB. Menurut dia, letusan terekam di seismograf dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

img_title BMKG: Abu Vulkanik Tak Terdeteksi di 4 Bandara Terdampak Termasuk Soekarno-Hatta

"Awan panas teramati sejauh <2 km di sektor Selatan - Tenggara. VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna merah. Angin saat kejadian letusan mengarah ke utara-timur," katanya.

Hanik mengatakan hujan abu dilaporkan terjadi dalam radius 10 km dari puncak terutama pada sektor utara, seperti di wilayah kecamatan Musuk dan Cepogo Boyolali. "Hujan abu bercampur pasir dilaporkan terjadi di wilayah Desa Mriyan, Boyolali yang berjarak sekitar 3 km dari puncak Gunung Merapi," ujarnya.

Seperti pada letusan-letusan sebelumnya, Hanik mengatakan letusan hari ini tidak didahului prekursor yang jelas. Seismisitas pada tanggal 2 Maret 2020 terdiri dari gempa VTA 1 kali, MP 8 kali, LF 2 kali, dan DG 1 kali. Demikian juga, deformasi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Data observasi ini menunjukkan bahwa menjelang letusan tidak terbentuk tekanan yang cukup kuat, karena material letusan didominasi oleh gas vulkanik.

"Rangkaian letusan sejak November 2019 hingga saat ini serta aktivitas kegempaan VTA menjadi indikasi, bahwa saat ini Gunung Merapi berada pada fase intrusi magma menuju permukaan yang merupakan fase ke 7 dari kronologi aktivitas erupsi Gunung Merapi 2018-2020," jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Hanik mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz.

"Website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514192," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut