Jokowi: Musuh Terbesar Bukan Corona tapi Cemas dan Panik

Presiden Jokowi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan virus Corona jenis SARS Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 bukan sebagai musuh terbesar bagi masyarakat. Yang paling besar adalah rasa takut dan cemas. Oleh karena itu seluruh masyarakat Indonesia tak perlu panik saat Corona mewabah di dunia.

img_title Bila Jokowi Hadir di Sidang Ijazah, Dokter Tifa Ingin Gali Keterangan Ayah Gibran Melalui 712 Dokumen

Jokowi membuat tutorial bagaimana cara masyarakat mencegah virus Corona Covid-19 yang telah masuk ke Tanah Air. Pertama, Jokowi mengingatkan jangan lupa cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun selama 20 detik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya kata dia, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Karena, telapak tangan menyentuh berbagai macam benda rentan terkena virus.

img_title Ihwal Sidang Jokowi, Dokter Tifa Minta Aiman Hadir: Sangat Penting Bagi Keadilan

Kemudian, jaga jarak dengan siapa pun yang batuk atau bersin karena virus Corona dapat menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat batuk atau bersin. Berikan masker kepada yang sakit agar tidak menularkan kepada yang lain.

"Cukup sederhana dan mudah dilaksanakan. Jadi, musuh terbesar kita saat ini bukanlah virus korona itu sendiri, tapi rasa cemas, panik, dan ketakutan yang berlebihan. Kita sebenarnya harus yakin dengan fakta, informasi, solidaritas bersama dan gotong royong," tulis Jokowi melalui Instagram Joko Widodo yang dikutip VIVA.co.id pada Jumat, 6 Maret 2020.

img_title Rumah Jokowi Digeruduk Pejuang Merah Putih, Massa Desak Gibran Mundur dari Wapres

Apalagi, kata Jokowi, pemerintah sangat serius menghadapi virus Corona yang telah hadir di republik ini. Namun, Indonesia pernah melalui wabah semacam ini seperti SARS dan MERS beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita dapat melaluinya dengan baik bergandengan dengan masyarakat dunia. Dan ini membuat kita menjadi lebih siap," ujarnya.

Diketahui, awal mulanya warga Indonesia terjangkit virus Corona dari pengakuan warga Jepang yang mengaku usai mengunjungi Indonesia dan dinyatakan positif Corona. Setelah itu, dilakukan penelusuran oleh tim hingga akhirnya ditemukan dua warga Depok itu positif Corona. Mereka kemudian dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Kolase Foto Denny Indrayana dan Wapres Gibran Rakabuming Raka

Cabut Gugatan Ijazah Gibran, Denny Indrayana Bocorkan Alasannya

Eks Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana & tim kuasa hukumnya mencabut gugatan dan walk out atau keluar dari sidang kasus ijazah Wapres Gibran Rakabuming

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut