DPR Sentil Media Asing yang Beritakan Kerusuhan Papua

Kerusuhan di Manokwari Papua Barat Senin 19 Agustus 2019.
Sumber :
  • VIVAnews/Banjir Ambarita

VIVA – Pemberitaan kerusuhan di Monokwari, Papua Barat, menyedot perhatian media asing. Namun, anggota dewan menyesalnya media asing tersebut malah membuat panas situasi.

img_title TNI Kontak Tembak dengan KKB di Nduga, 2 Orang Dilaporkan Tewas

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi NasDem, Ahmad Ali. Dia meminta media asing agar melihat dan memberitakan secara objektif, apa fakta sesungguhnya yang terjadi di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sangat disesalkan, banyak media Asing seperti DW Jerman, menggoreng isu kemarahan warga Papua atas perbuatan oknum, sebagai reaksi sebagai kebijakan rasis Indonesia," ujar Ahmad di Jakarta, Senin 19 Agustus 2019.

img_title Bahlil Ungkap 5 IUP Memiliki Cadangan Rp5.400 Triliun: Ada di NTB, Juga Papua

Ahmad minta media asing, agar obyektif memandang proses dan fakta kebijakan Pemerintah Pusat di Papua saat ini. 

"Lima tahun terakhir, transformasi besar dilakukan di Papua, mulai dari otonomi khusus, infrastruktur, energi, dan apresiasi kebudayaan, sungguh fokus dilakukan oleh Presiden Jokowi. Jadi, kalau ada narasi kebijakan rasisme, sungguh sangat disayangkan," kata dia. 

img_title Satgas PKH Cabut Izin Tambang Emas Ilegal di Nabire Papua, 3.500 Hektare Kembali ke Negara

Menurut Ahmad, ulah sekelompok orang tidak bisa digeneralisir sebagai kebijakan negara. Media asing, kata dia, harusnya bisa memposisikan dan menyajikan fakta secara objektif, bukan membangun narasi yang merusak citra Indonesia dalam pergaulan internasional. 

Menurutnya, negara sudah memberikan sentuhan yang terbaik di Papua, untuk menciptakan kesejajaran Papua dengan daerah lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang pertama dilakukan Pak Jokowi yang sangat urgen adalah BBM satu Harga, Divestasi Freeport dengan pelibatan saham daerah, pembangunan infrastruktur. Stadion megah dan akan sebentar lagi melaksanakan PON (Pekan Olah Raga Nasional). Lalu, pada bagian mana kebijakan negara yang dianggap bersifat rasis,"kata dia. 

Sebelumnya di Manokwari, massa aksi memblokade sejumlah jalan pada Senin pagi ini. Massa juga dilaporkan sempat membakar kantor DPRD Papua Barat. Kerusuhan juga melebar ke wilayah lain. (asp)

Ilustrasi pasukan TPNPB OPM.

Kontak Tembak di Nduga, 2 Anggota OPM Tewas! TNI Sita Uang Rp88 Juta

Kontak tembak antara personel Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, berujung maut.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut