BMKG Temui 21 Titik Panas di Bima dan Dompu, Waspada Kebakaran

TItik panas se-Indonesia/Ilustrasi.
Sumber :
  • Dok. BNPB

VIVA –  BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima merilis terdapat 21 titik panas di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin 2 September 2019.

img_title KMP Batumandi Terbalik Usai Terbakar Hebat, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Laksita Widomurti mengatakan, titik panas tersebut merupakan daerah yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan atau lahan berdasarkan pantauan citra satelit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Wilayah dengan potensi terjadi kebakaran lahan, karena sistem kerja  satelit mendeteksi area dengan anomali suhu panas," katanya.

img_title Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan

Diketahui beberapa pekan belakangan ini NTB memasuki puncak musim kemarau. Banyak hutan maupun lahan yang terbakar akibat kemarau.

Umumnya, kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia yang membakar lahan untuk pertanian atau puntung rokok, yang mengakibatkan api cepat membesar akibat suhu panas kemarau.

img_title Kebakaran Gudang Es Krim di Tangerang Lebih dari 30 Jam Belum Padam, Ini Kendalanya

Laksita mengatakan, pantauan satelit dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita hari ini, titik panas tersebut pada wilayah berikut:

- Kecamatan Ambalawi satu titik panas
- Kecamatan Bolo satu titik panas
- Kecamatan Parado dua titik panas
- Kecamatan Kempo lima titik panas
- Kecamatan Sanggar lima titik panas
- Kecamatan Pekat tiga titik panas
- Kecamatan Hu'u satu titik panas
- Kecamatan Kilo dua titik panas
- Kecamatan Wera satu titik panas

Personel gabungan yang dikerahkan Pemprov Jabar berhasil memadamkan sebagian titik api di di Gunung Ciremai.

Personel Gabungan Padamkan Sebagian Titik Api di Gunung Ciremai, KDM Turun Langsung ke Lokasi

Kebakaran Taman Nasional Gunung Ciremai ditangani 100 personel gabungan. KDM menyiapkan water bombing, sementara petugas mengantisipasi api meluas akibat angin kencang.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut