Warga dan TNI Bentrok di Kebumen

Ilustrasi bentrokan
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Belasan warga di Desa Brecong, Urut Sewu, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dikabarkan luka-luka akibat insiden bentrok dengan aparat TNI pada Rabu, 11 September 2019. Bentrokan pecah setelah warga yang mayoritas petani menghalangi pemagaran beton yang dilakukan aparat di lahan mereka.

img_title TNI Kerahkan 3 Pesawat Angkut untuk Tangani Karhutla di Kalimantan, Bawa 10 Ton Material OMC

Insiden bentrokan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Warga yang tidak terima lahannya dibeton berusaha menghalangi pemagaran yang dilakukan aparat. Saat itu warga langsung dipukul mundur aparat yang telah siaga berjaga di lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari informasi yang saya terima, ada sebelas orang yang terluka. Namun, korban yang terluka dibawa ke mana, saya masih mencoba memastikan lebih jauh," kata Umi Marufah selaku anggota Front Nahdliyin untuk Sumber Daya Alam (FNSDA) yang mendampingi para petani Urut Sewu saat dikonfirmasi terpisah.

img_title Revisi UU Peradilan Militer Tak Perlu Tunggu 2 Tahun, Komisi I DPR Tegaskan TNI Tunduk Putusan MK

Usai kontak fisik terjadi, para petani lalu menuju kantor Bupati Kebumen, Yazid Mahfud. Para petani lalu mengadukan perlakuan yang mereka alami kepada sang bupati.

Pihaknya pun mengecam aksi aparat yang untuk kesekian kalinya dianggap melakukan aksi represif terhadap petani. Menurutnya aksi yang dilakukan petani semata untuk mempertahankan lahan mereka yang diketahui telah lama berkonflik dengan TNI AD.

img_title Kontak Tembak di Nduga, 2 Anggota OPM Tewas! TNI Sita Uang Rp88 Juta

"Padahal lahannya itu sudah ada sertifikat resminya, mayoritas milik petani," tuturnya.

Selama ini, petani memanfaatkan lahan itu untuk bercocok tanam dan kehidupan mereka. Sedangkan pemagaran ini merupakan lanjutan dari program yang dilakukan TNI AD pada tahun 2013 kemudian berlanjut pada 2015 dan 2019.  Di mana ada tiga desa di kawasan Urut Sewu yang dilakukan pemagaran, yakni Desa Entak, Desa Brecong dan Desa Setrojenar.

Tak cuma sekali ini saja petani Urutsewu terlibat bentrokan. Konflik tanah yang kerap berujung bentrok fisik itu bahkan sudah terjadi puluhan tahun silam. Karenanya Umi menuntut kepada aparat TNI untuk menghentikan arogansinya dan kembali ke barak. "Kita minta kepada pemerintah untuk mengembalikan TNI ke barak masing-masing," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tindakan tegas 

Menanggapi bentrokan tersebut, pihak TNI AD melalui Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, menyebut jika tindakan Anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/W di lokasi semata untuk mengamankan aset negara. Di mana aparatnya terpaksa bertindak represif karena ratusan warga melakukan aksi demo di kawasan pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad TNI.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut