Kivlan Zen Terbaring Lemah di Rumah Sakit

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menjenguk Kivlan Zen.
Sumber :
  • Twitter resmi Fadli Zon, @fadlizon.

VIVAnews - Wakil Ketua DPR Fadli Zon tampak menjenguk mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Fadli mengunggah aktivitasnya itu lewat akun Twitternya, @fadlizon, Senin, 16 September 2019.

img_title Istana Akui Penyadapan Listyo Sigit ke Prabowo Mengarah ke Makar: Membahayakan Negara dan Keselamatan Presiden

"Malam ini menjenguk Mayjen Purn Kivlan Zen yang dirawat inap karena sakit," tulis Fadli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fadli lantas memberikan kesaksian soal jasa-jasa Kivlan Zen kepada negara. Dia mengatakan Kivlan adalah seorang pejuang pembela Merah Putih di berbagai wilayah tugas, Timor Timur, Papua, Mindanao, Filipina, dan lain-lain.

img_title Listyo Sigit dkk Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Institusi Tetap Solid

"Semoga pengadilan dapat memberi keadilan dengan memberi kebebasan pada Pak Kivlan," tulisnya lagi.

Sebelumnya sudah ramai diberitakan bahwa Kivlan Zen jatuh sakit. Kivlan yang kini menjadi Tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal itu menderita sakit kepala, nyeri bagian kiri tubuh mulai kaki atau sendi.

img_title Kasus Penyadapan Listyo Sigit dkk Terhadap Prabowo Dinilai Tindakan Makar yang Tak Bisa Ditoleransi

Kemudian Mata tidak bisa melihat jelas dan keluar lendir dari mulut kalau tidur, pucat karena tensi ekstrem rendah dan tinggi.

Pada sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri Jakarta pusat, Selasa, 10 September 2019, Kivlan datang dengan menggunakan kursi roda. Penasihat Hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta, mengatakan kliennya itu dalam kondisi tak sehat akibat mengidap penyakit komplikasi.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kasus makar dan kepemilikian senjata api ilegal untuk rencana pembunuhan tokoh nasional. Dia pun ditahan di Rumah Tahanan Guntur, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan ini berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019 di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Masing-masing tersangka tersebut berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.

Kivlan juga sempat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tapi gugatan itu telah ditolak. (ase)

Menko Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Indikasi Makar dalam Penyadapan Presiden Prabowo, Yusril Singgung Pidana Mati: Bukan Membunuh, Seperti Mau Melumpuhkan

Menko Yusril menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara mengarah pada indikasi makar. Penyidik masih mendalami motif Listyo Sigit dkk.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut