Kemenpora Semangatkan Haornas dengan Gerakan 'Ayo Bergerak!'

Hari Olahraga Nasional 2019.
Sumber :

VIVA – Haornas merupakan  momentum untuk membangkitkan semangat Ayo Bergerak, Di Mana Saja, Kapan Saja. Semangat ini diwali dengan harapan untuk meningkatkan tingkat kebugaran jasmani masyarakat Indonesia yang baru berada di angka 24 persen. Idealnya bisa lebih dari itu. 

img_title Bonus Rp158 Miliar untuk Atlet Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2026 Siap Cair

Ayo Bergerak! juga menjadi langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan tingkat partisipasi olahraga yang baru berada di kisaran 34 persen.  Karena itu, Haornas menjadi momentum meningkatkan hal ini, agar olahraga menjadi massif dan menjadi kebiasaan, bahkan menjadi kebutuhan hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan filosofi tersebut,  maka masyarakat Indonesia bisa  mendapat derajat kebugaran yg tinggi. Dengan badan yang bugar dan sehat, akan berdampak terhadap produktivitas bangsa yang bisa jadi lebih baik.

img_title Kemenpora Permudah Aturan Kongres Organisasi Pemuda dan Olahraga

Pembudayaan olahraga, sehingga menjadi kebiasaan adalah misi untuk meningkatkan partisipasi berolahraga masyarakat. Dengan banyaknya orang yang berolahraga, maka tak akan sulit mencari bibit unggul dalam dunia olahraga. Artinya, TAK? ADA PRESTASI tanpa partisipasi. 

Haornas jadi momentum kebugaran dan prestasi. Untuk menggelorakan gerakan Ayo Olahraga dilakukan beberapa strategi, mulai dari merekrut Duta Ayo Olahraga, kemudian menstimulan dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi di bidang olahraga, baik yang normal maupun difabel tanpa diskriminasi. Selanjutnya, dengan memberdayakan stake holder termasuk swasta. Terakhir,  memanfaatkan teknologi informasi agar masyarakat semakin menggelorakan semangat Ayo Bergerak! Ayo Olahraga!

img_title Kejuaraan Aquabike Indonesia: Eks Menpora Dito Ariotedjo Naik Podium Ketiga

Sejarah Haornas

1948 – Indonesia berusaha tampil di Olimpiade 1948 di London, Tapi tak diterima oleh Inggris karena Indonesia baru menjadi negara merdeka dan belum memiliki prestasi olahraga. Penyebabnya. Inggris ialah sekutu Belanda, dan Belanda menganggap beberapa karesidenan di wilayah Indonesia masih daerah jajahannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

9-12 September 1948 – Penolakan tak menyurutkan semangat Indonesia untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta olahraga yang mampu diperhitungkan di kancah dunia. Hal tersebut mendorong Persatuan Olahraga Indonesia atau PORI melaksanakan konferensi darurat dan memutuskan untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional Pertama di Stadion Sriwedari, Solo pada 9 September 2019. 

PON Diikuti oleh 600 atlet dari 13 kerisidenan dan 9 cabang olahraga, PON Pertama dibuka oleh Presiden Soekarno. Momentum PON pertama sukses dan menjadi bukti bahwa olahraga Indonesia mampu berbicara, serta mampu ikut serta melaksanakan peran strategis dalam revolusi kemerdekaan

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut