Polemik Papua, Negara Harus Hadir Beri Perhatian

Ilustrasi Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Jayapura Papua (1/9/2019)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA – Pemerintah diminta serius memperhatikan persoalan di Papua. Persoalan di Bumi Cendrawasih seperti tragedi di Wamena harus punya solusi agar kondusif terjaga dan tak terulang.

img_title Satgas PKH Cabut Izin Tambang Emas Ilegal di Nabire Papua, 3.500 Hektare Kembali ke Negara

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Cenderawasih, Apolo Safanpo dalam acara Sarasehan Kebangsaan di Jakarta. Ia menyebut pemerintah pusat mesti hadir di provinsi paling timur tersebut. Kata dia, kehadiran negara penting untuk memulihkan kembali rasa kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memulihkan kembali rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Dengan cara pemerintah hadir di tengah masyarakat terutama masyarakat terdampak konflik," kata Apolo seperti disampaikan dalam keterangannya, Selasa, 15 Oktober 2019.

img_title Kepala Bakom Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik dan Masukan Masyarakat

Dia menekankan pentingnya kehadiran negara seperti salah satunya untuk pemulihan trauma yang dialami warga terdampak konflik. Cara ini yang bisa membantu masyarakat kembali beraktifitas.

"Hal-hal yang perlu segera dilakukan dengan memulihkan dampak konflik. Bagaimana menciptakan kondisi keamanan di masyarakat," ujarnya.

img_title BNPB Ungkap Kondisi Terkini Karhutla, Kalteng Jadi Wilayah Paling Parah! 321 Hektare Masih Terbakar

Dia menyebut dengan aktivitas masyarakat yang normal maka berdampak positif terhadap perekonomian beberapa wilayah di Papua. Sebab, sejak Wamena bergejolak membuat perekonomian sejumlah kota di Papua ikut berpengaruh.

Adapun dalam acara Sarasehan Kebangsaan 'Gembira Menyambut Pelantikan Presiden-Wapres Terpilih sebagai bagian dari Pesta Demokrasi' ini digelar oleh Forum Pejuang NKRI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Apolo sebagai narasumber, hadir pula eks Ketua DPR periode 1999-2004 Akbar Tanjung dan tokoh rohaniawan Romo Benny Susetyo.

Konflik Wamena, Papua sempat menjadi sorotan. Ribuan warga etnis pendatang mengungsi dari Wamena menuju luar Papua karena merasa terancam keselamatan jiwanya. Dilaporkan lebih dari 20 korban tewas dalam tragedi Wamena. Namun, pihak aparat menyebut kondisi di Wamena dan daerah lainnya saat ini sudah berangsur membaik dan kondusif.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kedua kiri)

Bikin Melongo! 1,16 Ton Ketamine di Belawan Bernilai Rp3,48 Triliun

Pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamine menggunakan kapal tanker MT Global 168 di Perairan Belawan, Sumut, disebut berpotensi mencegah dampak besar bagi masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut