RI Desak Gerakan Non-Blok Tegakkan Prinsip Multilateralisme

Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Gerakan Non-Blok (GNB) di Baku Azerbaijan, 23-24 Oktober 2019.
Sumber :
  • KBRI Baku

VIVA – Indonesia menyerukan kepada sesama negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) untuk tegakkan prinsip multilateralisme. Apalagi prinsip ini sudah ditegakkan oleh para pendiri GNB sejak dibentuk semasa era Perang Dingin dan terinspirasi oleh Dasa Sila Bandung, yang dihasilkan oleh Konferensi Asia Afrika 1955.  
 
Demikian salah satu intisari pesan yang diperjuangkan delegasi Indonesia dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) GNB di Baku, Azerbaijan, pada 23-24 Oktober 2019. Pertemuan itu dihadiri para delegasi dari lebih 46 negara anggota GNB, yang berasal dari wilayah Afrika, Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika Latin. Ini merupakan pertemuan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB yang akan dilaksanakan pada 25-26 Oktober 2019 di Baku, Azerbaijan.

img_title KPK Ungkap Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Potensi Kerugian Negara Capai Triliunan Rupiah

Pada sesi pembukaan, Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza, menyerahkan keketuaan GNB kepada Menlu Azerbaijan, Elmar Mammadyarov. Dalam sambutan pembukanya, Menlu Azerbaijan sampaikan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara berdaulat. Lebih lanjut dia tekankan pentingnya menegakkan prinsip-prinsip Dasasila Bandung - yang dihasilkan dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 - sebagai dasar pergerakan GNB.
 
Isu-isu utama yang dibahas oleh negara anggota antara lain mengenai perdamaian dan keamanan internasional dan regional, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, pentingnya kerja sama internasional dan falsafah multilateralisme, perubahan iklim, dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan.
 
Mewakili Delegasi Indonesia, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan, Prof. Husnan Bey Fananie, menekankan pentingnya prinsip multilateralisme. “Negara-negara GNB harus bersatu untuk mencari solusi atas isu-isu global," ujar Dubes Fananie dalam pernyataannya pada sesi Debat Umum, seperti yang disiarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku, Azerbaijan. Delegasi RI juga serukan pentingnya reformasi GNB dalam memperkuat efektivitas kerja dan respons GNB dalam tantangan dunia kontemporer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang dari Kementerian Luar Negeri RI, Kamapradipta Isnomo, mengungkapkan bahwa di tengah-tengah menurunnya norma norma multilateralisme, mayoritas negara anggota GNB secara tegas menolak upaya unilateralisme dengan mengutamakan Dasa Sila Bandung sebagai prinsip dasar bagi GNB untuk mempertahankan norma multilateralisme.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Hashim Bongkar Potensi Rp1.500 Triliun yang Bisa Masuk Kas Negara, Selama Ini ke Mana?
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut