KPK Pasrah Polisi Tutup Kasus Buku Merah

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasrah sebab hanya menjadi 'penonton' menyaksikan langkah Kepolisian menghentikan penanganan kasus dugaan pengrusakan barang bukti buku merah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya diundang oleh penyidik kepolisian untuk menghadiri gelar perkara kasus buku merah. Hanya saja, menurut dia, tim dari KPK hanya hadir dan mendengarkan pemaparan penyidik kepolisian karena tak memiliki wewenang apapun.

"Namun, karena kewenangan untuk melanjutkan atau menghentikan perkara itu berada pada penyidik yang ada di Polri, maka tim (KPK) yang hadir cenderung sebagai pendengar," kata Febri dikonfirmasi awak media, Jumat, 25 Oktober 2019.

Febri menegaskan, penanganan kasus ini ditangani pihak kepolisian. Dengan begitu, perwakilan KPK tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kelanjutan penanganan perkara tersebut.

"Karena kami tidak punya kapasitas untuk memutuskan pada saat itu. Karena domain pokok perkara tentu berada pada penyidik (Polri)," kata Febri.

Sebelumnya, Polri menyatakan kasus buku merah telah selesai. Hal itu sesuai dengan keputusan pada proses gelar perkara di Kepolisian Daerah Metro Jaya yang digelar pada 31 Oktober 2018 lalu.

"Bahwa faktanya tidak ditemukan adanya perusakan catatan tersebut," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal, di kantornya, Kamis kemarin.