Palembang Sudah Hujan tapi Kabut Asap Belum Hilang

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Kota Palembang meski ibu kota Sumatera Selatan itu sudah mulai hujan dalam beberapa hari terakhir.
Sumber :
  • VIVAnews/Sadam Maulana

VIVA – Kondisi udara di Kota Palembang berangsur mulai membaik. Meski demikian, kabut asap belum sepenuhnya hilang. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten masih menyelimuti ibu kota Sumatera Selatan, terutama pagi dan sore.

img_title Bibit Siklon Muncul, Waspada Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang menjelaskan, kabut asap belum sepenuhnya hilang lantaran angin permukaan yang tercatat umumnya berasal dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 5-20 knot atau 9-37 kilometer per jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa titik panas di Sumatera Selatan, berasal dari sebelah tenggara Kota Palembang, seperti wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), meliputi Kayuagung, Cengal, dan Pematang Panggang. Kemudian Pemulutan Ogan Ilir dan Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

img_title Sikap Menlu Singapura soal Kabut Asap Lintas Batas: Kita Minta Mereka Tanggung Jawab

"Hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Selatan memang membuat kabut asap berangsur menipis. Kabut asap ini masih ada karena arah angin dari Kabupaten yang wilayahnya terdapat titik api mengarah ke Palembang," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang Bambang Benny Setiadji, Senin, 4 Oktober 2019.

Dia menjelaskan, umumnya kondisi itu meningkat pada pagi hari, yakni pada pukul 04.00 WIB hingga 08.00 WIB. Hal ini lantaran labilitas udara yang stabil atau tidak ada massa udara naik pada waktu-waktu itu.

img_title Hasil Pertemuan 3 Menteri Singapura dengan Bos Sawit RI, Siapkan Sanksi Tapi Sebut Bukan Cari Kambing Hitam

Fenomena asap diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernapasan dan matahari terlihat berwarna oranye atau merah pada pagi dan sore hari. Maka berpotensi memburuk jika ada campuran kelembapan yang tinggi.

"Inilah yang membentuk fenomena kabut asap yang umumnya terjadi pada pagi hari. Jarak pandang terendah pada pagi hari ini berkisar hanya 1.500-3.500 meter dari jam di pagi hari dengan kelembapan pada saat itu 85-76 persen," ujarnya. (ase)

Ilustrasi hujan.

BMKG: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini, Jumat di berbagai kota besar di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut