Ridwan Kamil Malu Ada Teror Sperma di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVAnews.

VIVA – Aksi Sidiq Nugraha, pelaku teror pelempar sperma di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sangat meresahkan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun angkat bicara terkait hal tersebut. 

img_title Anggota DPR: Tagline Polisi Bersama Masyarakat Telah Diterapkan Secara Serius

Menurut Emil, akrabnya disapa, di era ekstremitas saat ini banyak orang yang tidak sopan dan kehilangan nilai-nilai sosial. Dia mengakui pemerintah pun dibuat malu dengan aksi ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi orang tidak punya nilai-nilai yang akhirnya merugikan dan akhirnya membuat kita malu," kata Emil ditemui usai acara Anugerah Syariah Republika di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, Selasa 19 November 2019. 

img_title Anak 5 Tahun Berkebutuhan Khusus Dilecehkan, ART-nya Video Call dengan Pria Pedofil

Dia pun berharap kejadian ini hanya merupakan anomali atau penyimpangan semata. Untuk itulah, dia menekankan bahwa pentingnya menjaga nilai sosial termasuk beribadah. 

"Itulah pentingnya bahwa hidup itu tidak hanya cari duit, ya kan. Makanya Jawa Barat ini visinya juara lahir batin. Mencari nafkah, ekonomi penting, tetapi ibadah juga penting," ujar dia. 

img_title Mata Kiri Siswa SMA di Garut Kena Tembak Senapan Angin, 7 Saksi Diperiksa Pelaku Masih Buron

Terkait penanganan pemerintah provinsi soal kasus ini, Emil akan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum atau kepolisian. Karena ranahnya sudah masuk ke wilayah kriminal.

"Saya kira kepolisian yang paling pas (menangani kejadian ini). Kalau urusannya udah kriminal itu ranahnya ada di kepolisian, apa pun jenis, modus, dan bentuknya," ucap dia. 

Diberitakan sebelumnya, pelaku teror pelempar sperma, Sidiq Nugraha mengakui telah melempar sperma miliknya sendiri kepada empat wanita yang ditemui di jalan di kawasan Tasikmalaya.

Siapa wanita yang menjadi korban tidak diingat secara pasti. Tapi aksi terakhir terhadap seorang wanita berinisial LA masih diingat karena baru beberapa hari saja. Kini pelaku sudah ditangkap. Semua perbuatan bejat itu telah diakui.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun merasa puas dengan perbuatan tidak senonoh itu. Menurutnya, setiap akan beraksi dia selalu minum-minuman keras. Karena terpengaruh alkohol, dia merasa berani. 

Pada kejadian terakhir, korban yang sadar dengan perbuatan tidak senonoh itu langsung mengeluarkan telepon genggam dan memfoto pelaku.

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul

Bukan Cuma Miskinkan Koruptor, RUU Perampasan Aset Diminta Prioritaskan Pemulihan Kerugian Korban Kejahatan Keuangan

Pembahasan RUU Perampasan Aset didorong tak fokus penyitaan kekayaan pelaku kejahatan, tapi memastikan masyarakat yang jadi korban mendapatkan kembali uang mereka.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut