Jokowi Singgung KPK soal OTT Pejabat

Presiden Jokowi di Banten
Sumber :
  • VIVAnews/Agus Rahmat

VIVA – Presiden Joko Widodo mengusulkan evaluasi menyeluruh strategi pemberantasan korupsi di Indonesia. Termasuk di dalamnya, mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang kerap masif dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

img_title Namanya Terseret Dugaan Korupsi, AKBP Edy Herwiyanto Diperiksa Propam Mabes Polri

"Saya kira kita harus mengevaluasi seluruh program yang hampir 20 tahun ini berjalan," kata Jokowi, di SMKN 57 Ragunan Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh hari ini, Jokowi menyinggung empat poin pemberantasan korupsi yang perlu dievaluasi. Pertama, mengenai penindakan. Menurut Jokowi, memang hal itu perlu. Tetapi tidak sekedar menindak. Setelah penindakan maka harus ada dibangun sistem-sistem. "Dalam rangka memberikan pagar-pagar agar penyelewengan itu tidak terjadi," ujarnya.

img_title Luhut Tegaskan Pasal Kerugian Negara Tak Dihapus dari UU Tipikor, Ini 4 Usulan Perubahannya

Kedua, kata Jokowi, yang tak kalah pentingnya adalah rekrutmen politik. Sebab, kerap  untuk menjadi pejabat atau anggota dewan, membutuhkan biaya yang cukup besar. Akibatnya, untuk mengembalikan ongkos itu banyak yang melakukan korupsi. "Jangan sampai rekrutmen politik membutuhkan biaya yang besar sehingga nanti orang akan tengak-tengok bagaimana pengembaliannya, bahaya," katanya.

Evaluasi ketiga, kata Kepala Negara, adalah fokus pemberantasan korupsi. Menurut dia, perlu ada fokus yang utama. Tidak bisa diselesaikan semuanya kalau tidak ada fokus yang utama.

img_title Usai Diperiksa, KPK Sita Dokumen Ini dari Sestama BNPB

Fokus pemberatasan korupsi, menurut Jokowi, perlu dimiliki. Apakah ingin menyelesaikan korupsi di pemerintah pusat, daerah atau instansi dan lembaga negara lain. "Mengenai fokus di KPK apakah perbaikan di sisi eksekutif daerah atau sisi pemerintah pusat atau Kepolisian atau Kejaksaan sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis. Evaluasi sangat perlu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keempat, Jokowi menyinggung mengenai OTT. Belakangan ini, KPK sering melakukan OTT terutama pejabat-pejabat yang ada di daerah. "OTT, penindakan perlu tapi setelah penindakan harus ada perbaikan sistem masuk ke instansi misalnya satu provinsi ada gubernur ditangkap. Setelah ditangkap seharusnya perbaikan sistem masuk ke situ," ujar Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengaku dalam waktu dekat ini akan membicarakan evaluasi pemberantasan korupsi ini. Termasuk mengajak bicara dari pihak KPK, yang selama ini memiliki fokus pada pemberantasan korupsi di Tanah Air. "Saya akan segera bertemu dengan KPK untuk menyiapkan hal-hal yang saya sampaikan," katanya.

Ilustrasi - Kolase Kantor BNPB dan petugas penanganan karhutla.

KPK Panggil 4 Pegawai BNPB soal Korupsi Dana Siap Pakai Bencana, Sitaan Rp5,47 Miliar Diusut

KPK memanggil empat pegawai BNPB sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana. Penyidik sebelumnya menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut