Eks Dirut Garuda Ari Askhara Terancam Pidana Penjara

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara (kedua dari kanan)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengatakan, eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Ari Askhara, terancam hukuman pidana dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. Kasus ini masih dalam penyidikan.

img_title Kapolri Turunkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, Siapa yang Dibidik?

"Memang sedang dalam proses penyidikan agar fair dan transparan. Sebaiknya diberikan ruang untuk merinci dan menyelesaikan (perkara) dengan seadil-adilnya," kata Heru di kantornya, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat 27 Desember 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Heru menegaskan, kasus penyelundupan ini dapat dikatakan sebagai tindak pidana. Maka itu, jalan keluarnya bukan hanya melalui pembayaran bea masuk. 

img_title 18 Orang Jadi Tersangka Kasus ABK Diinjak Hingga Dipukuli, Polisi Beri Sinyal Tersangka TPPO Menyusul

Dia pun mengaku, proses penyidikannya masih berjalan di pihak Dirjen Bea Cukai.

Namun, pihak penyidik memang butuh waktu untuk membuka masalah ini setransparan mungkin, guna memastikan secara hukum bahwa Ari Askhara memang terbukti melakukan tindak pidana.

img_title Dari Transaksi Kecil hingga Rugi Miliaran Rupiah, Begini Cerita Korban Investasi Emas yang Seret Influencer JC dan KL

"Jadi, kalau sampai terbukti, solusinya bukan lagi bayar bea masuk dan denda, tapi hukuman pidana," ujar Heru.

Heru juga mengaku pihak otoritas kepabeanan masih memproses pemeriksaan, terkait identitas pemilik dua sepeda Brompton yang masuk dalam daftar barang yang diselundupkan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses pemeriksaan itu, menurutnya, membutuhkan waktu untuk mengungkap siapa pihak penyelundupnya dan kemungkinannya dijadikan sebagai tersangka.

"Kalau penyidikan salah satu opsinya adalah kalau dia disimpulkan ada unsur pidana, ya pidana. Siapa yang dipidana, sesuai dengan hasil investigasi," tuturnya.

Ilustrasi Karhutla

Karhutla Hanguskan 5.859 Hektare Lahan, Bareskrim Tetapkan 245 Tersangka!

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan 245 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut