BI Minta Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo
Sumber :
  • VIVAnews/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengimbau kepada seluruh pelaku industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya.

BI Fast Payment, Jawaban untuk Kebutuhan Transaksi Murah

Perry menjelaskan, langkah itu sebaiknya harus dilakukan, karena bunga acuan BI sudah diturunkan mencapai sebesar 100 basis poin (bps) di sepanjang tahun 2019 lalu.

"Kita turunkan suku bunga empat kali di tahun lalu. Maka tentu saja kami tetap berusaha meminta kepada para bank, agar memangkas suku bunganya," kata Perry di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 5 Februari 2020.

Cadangan Devisa RI Februari 2022 Naik Tipis, Ini Pendorongnya

Namun, Perry juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengupayakan sejumlah kebijakan yang akomodatif, agar bisa turut berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Perry mengakui jika pihaknya masih menjaga optimisme, bahwa pertumbuhan kredit perbankan masih akan positif hingga double digit di sepanjang tahun 2020 ini.

BI Terbitkan Aturan Ketentuan Intensif untuk Perbankan

"Prediksi kredit tumbuh 10 persen karena dibantu kebijakan yang akomodatif. Medium term look, satu sektor penunjang adalah reformasi struktur," ujarnya. 

Diketahui, sepanjang tahun 2019, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps, hingga ke level 5 persen. Pelonggaran moneter itu secara berturut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur atau RDG, yang dilakukan pada Juli, Agustus, September, dan Oktober 2019.

Di mana, pada masing-masing RDG itu suku bunga secara bertahap diturunkan sebesar 25 bps, setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan hingga Januari 2020.

Ilustrasi dolar AS

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$413,6 Miliar

Angka utang luar negeri tersebut turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar US$415,3 miliar.

img_title
VIVA.co.id
15 Maret 2022