Omnibus Cipta Kerja, Mahfud MD: Silakan Ditolak

Menkopolhukam, Mahfud MD.
Sumber :
  • VIVAnews/Yandi Deslatama

VIVA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, tak mempermasalahkan banyaknya penolakan terkait rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Ia memaklumi selama penolakan tersebut mempunyai dasar.

img_title Investasi Teknologi Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Cara Menyesuaikannya

"Silakan ditolak. Itu kan bukan undang-undang, baru RUU, kalau Anda punya masukan," kata Mahfud usai diskusi panel dengan tema pengamalan ideologi Pancasila dalam menghadapi ancaman radikalisme di Hotel Bidakara Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mempersilakan masyarakat dan kelompok masyarakat yang menolak RUU Omnibus Law menyampaikan aspirasinya ke DPR. Karena RUU tersebut juga akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR.

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Mahfud bersedia menjembatani masyarakat yang menolak bila tidak mempunyai akses ke DPR saat melakukan pembahasan RUU tersebut. Meski begitu, ia mengklaim RUU ini memiliki semangat memangkas perizinan investasi agar investasi di Indonesia tumbuh cepat.

"Dan tidak merugikan buruh. Karena ini undang-undang sebenarnya dulu namanya cipta lapangan kerja, bukan undang-undang investasi," jelasnya.

img_title Danantara Siapkan Investasi Besar pada 2027, Mineral Kritis hingga AI Jadi Incaran

Mahfud meminta para pihak yang menolak untuk membaca RUU Omnibus Law dengan baik. Sehingga tidak terlalu mudah mengaitkan masalah investasi dengan menekan buruh.

"Jadi jangan dikaitkan, ini hanya mau menguntungkan investor. Ndak. Ini mau menguntungkan buruh. Kalau ada yang merasa kok dari sini buruh akan dirugikan, baca dulu undang-undangnya," ujar Mahfud.

Gedung Sate, Kota Bandung (Foto ilustrasi).

Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Barat pada triwulan III 2026 mencapai Rp54,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp36,7 triliun.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut