Tingkat Kepercayaan Publik Menurun, KPK Jadikan Penyemangat

Petugas membersihkan logo Gedung KPK di Jakarta
Petugas membersihkan logo Gedung KPK di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai hasil survei Indo Barometer yang mengatakan kinerja lembaga antirasuah menurun. Dalam survei itu, tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga KPK menurun dari sebelumnya masuk ke tiga besar, kini hanya bercokol di posisi keempat.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, justru menganggap survei itu sebagai penyemangat untuk bekerja. 

“Bagi KPK ini menjadi kritik masukan dan penyemangat untuk bekerja lebih baik ke depan," katanya dikonfirmasi awak media, Rabu, 26 Februari 2020.

Ditambahkan Ali, Pihaknya menghormati penilaian masyarakat termasuk hasil survei tersebut. Saat disinggung kinerja KPK menurun lantaran pemberlakuan UU KPK baru, menurut Ali harus dilihat secara kompherehensif.

"Pemberlakuan UU baru sampai saat ini, memang yang berbeda secara prinsip khususnya di penindakan itu ada di izin sita, sadap, geledah yang kenudian mekanismenya harus melalui Dewas. Dan perlu kami sampaikan, untuk kerja-kerja tadi kami sudah koordinasikan dengan Dewas. Kami sudah menyusun format perizinannya dan cara yang paling tercepat untuk lakukan perizinan tersebut," kata Ali.

Ali mengklaim, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti. Bahkan, sambung Ali, lembaga antirasuah saat ini menjadi lebih baik ketika ada Dewas yang mengawasi.

"Ada yang mengawasi bagaimana mekanisme perizinan itu kemudian benar-benar hati-hati dan dipertanggungjawabkan secara hukum, baik itu penyitaan, penggeledahan, dan penyadapan," ujarnya.