5 Bupati Kompak Dukung Pemekaran Kapuas Raya

Ilustrasi konsep pembangunan Ibu Kota Baru Versi Nagara Rimba Nusa
Sumber :
  • VIVANews/Fikri Halim

VIVA – Sudah lima Bupati di Kalimantan Barat mendukung wacana Kapuas Raya menjadi provinsi dan terpisah dari Kalimantan Barat. Kapuas Raya dinilai menjadi kebutuhan untuk mendorong kebaikan ekonomi pulau Kalimantan.

img_title KPK Ungkap Dugaan Setoran Rutin Rp2,08 Miliar ke Bupati Klaten Hamenang, Ada Uang dari BUMD

Selain itu, pemekaran Kapuas Raya juga sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 23 tentang Pemerintah Daerah. Dalam UU itu menyatakan daerah perbatasan merupakan prioritas dan layak dimekarkan. Apalagi, pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima bupati itu adalah Bupati Kapuas Hulu AM. Nasir, Bupati Sintang Jarot Winarno, Bupati Sekadau Rupinus, Bupati Sanggau Paolus Hadi, dan Bupati Melawi, Panji.

img_title KPK Ungkap Bupati Klaten Hamenang Diduga Terima Rp245 Juta dari Pengusaha Tambang Galian C

"Kapuas Raya ini selain usulannya sudah sejak lama dan juga memang paling layak dimekarkan," ujar M. Nasir kepada wartawan, Rabu, 26 Februari 2020.

Dia menekankan, alasan Kapuas Raya layak menjadi provinsi karena punya luas wilayah yang lebih luas. Hal ini didukung data bahwa Kalbar sebagai provinsi induk yang memiliki perbatasan sepanjang lebih dari 970 kilometer dengan Malaysia. 

img_title Bukan di Brankas! KPK Temukan Uang Rp934 Juta di Dalam Tong Biru Rumah Adik Bupati Klaten

Maka itu, sejak awal Pemkab Kapuas Hulu mendukung usulan pemekaran ini. Ia meyakini jika dimekarkan maka akan menghasilkan percepatan baik dari sisi pembangunan daerah.

"Ini yang penting. Kalau Kapuas Raya segera dimekarkan, akan ada satu percepatan baik dari sisi pembangunan maupun pelayanan terhadap masyarakat," tutur Nasir.

Pun, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan hal yang sama. Ia menekankan, Kapuas Raya menjadi provinsi sebagai satu kebutuhan untuk Kalbar.

Bagi Jarot, Kapuas Raya layak jadi provinsi karena punya cakupan dalam daerah perbatasan. Menurutnya, akan ada dampak positif dengan Kalbar akan memiliki otonom demi mengatur pelayanan masyarakat sampai sistem transformasi birokrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Memiliki provinsi sendiri sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, memberikan kepada kita ruang yang lebih luas untuk inovasi, transformasi birokrasi,” ujarnya.

Selain lima bupati, dukungan Kapuas Raya jadi provinsi juga pernah disuarakan Ketua DPRD Kapuas Hulu, Kuswandi 

Bupati Pati Sudewo Ditahan KPK

Bupati Nonaktif Pati Sudewa Divonis 8,5 Tahun Bui, Terbukti Terima Suap Rp1,3 M dan Gratifikasi Rp2,1 M

Bupati nonaktif Pati, Sudewa, divonis 8,5 tahun penjara dalam perkara korupsi proyek di DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut