Harkitnas 2020, Kapolri: Bangkit dalam Optimisme New Normal

VIVA – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat Indonesia untuk memaknai momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2020, dengan membangun optimisme New Normal atau normal baru di tengah pandemi Covid-19.

img_title Kapolri Ungkap 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 3 Perusahaan Asing Ikut Terseret

"Semangat Hari Kebangkitan Nasional saat ini harus dilakukan dengan bangkit dalam optimisme normal baru," kata Idham saat dikonfirmasi, Rabu, 20 Mei 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain optimisme New Normal, Harkitnas juga harus direfleksikan dengan menumbuhkan dan memperkuat gotong royong serta tenggang rasa antar sesama masyarakat.

img_title Geger! Operasi Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Ungkap Kapal Bawa 1 Ton Ketamine di Pelabuhan Belawan

"Mari memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan mempererat tali persaudaraan melalui semangat gotong royong dan sikap empati," ujar mantan kabareskrim Polri ini.

Menurut Idham, dalam situasi wabah Corona, diperlukan sikap gotong royong agar menjadi modal dan landasan yang kuat untuk menjaga serta merawat persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

img_title Kapolri Ungkap 98 Kasus Karhutla Korporasi Naik Penyidikan, Pemilik Perusahaan Bisa Terseret

"Sebagai modal dasar di dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI," ucap jenderal bintang empat ini.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan bahwa semangat pemuda di era perjuangan bisa direfleksikan saat ini dengan sama-sama berjuang dalam berperang melawan wabah virus Corona.

"Harkitnas tahun ini, tetap semangat bangkit bersama melawan Corona," kata Argo saat dikonfirmasi terpisah, di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Argo, perjuangan melawan virus Corona di era sekarang ini, cukup dengan menjalankan dan melakukan standar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia. 

"Dengan memperhatikan protokol Covid-19, yaitu cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan," kata Argo.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kedua kanan)

Kapolri Buka Suara soal Polisi Tembak Senior di Pondok Cabe, Begini Perkembangan Kasusnya

Kasus pembunuhan anggota polisi, Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, oleh juniornya sendiri, Bharada Andika Rahmadani, Ditpoludara Pondok Cabe, masih bergulir.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut