Lonjakan Kasus Positif di Jabar: Data Pusat Delay dan Limpahan DKI

VIVA – Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengungkapkan sebab terjadinya penambahan angka kasus positif pasien virus corona secara signifikan di wilayahnya. Menurutnya, penambahan angka kasus positif terjadi karena adanya keterlambatan akses data dari pemerintah pusat.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Ada kenaikan angka yang cukup signifikan ternyata setelah dicari informasi bahwa kenaikan itu karena adanya delay, masih ada data yang tanggal 15 Maret belum diumumkan oleh pusat," ujar Daud di Gedung Sate Kota Bandung, Jumat 22 Mei 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain di level pusat, lanjut Daud, ada limpahan angka pasien yang berdomisili Bogor, Depok, Bekasi yang dirawat di DKI Jakarta. Kendati demikian, Daud memastikan laju perkembangan penanganan Covid-19 di Jawa Barat tak terganggu dan terus menunjukan progres pada angka sembuh dan penurunan di Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Kemudian juga ada pelimpahan dari DKI, dirawat di DKI KTP-nya Bekasi, KTP Bodebek sehingga ada terjadi kenaikan signifikan. Ini sama halnya terjadi pada saat awal bulan Mei dua hari kenaikan kosong tiba-tiba naik 192," terangnya.

Sebelumnya, kasus pasien positif terjangkit virus corona di Jawa Barat terus mengalami penambahan menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah. Hal itu berbeda dengan angka kematian di Jawa Barat yang disebut tidak ada penambahan dalam tiga hari terakhir.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

"Angka yang ada per hari ini dari data terakhir yang positif di Jawa Barat itu tercatat sebanyak 1,962 orang, jadi meningkat 2,24 persen dari angka kemarin, yaitu 1.876," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad di Bandung, Jumat, 22 Mei 2020.

Jumlah kasus meninggal di Jawa Barat tercatat per hari ini tetap 124 orang. Sedangkan untuk kasus sambuh, terus menunjukkan perkembangan baik dengan penambahan 1,2 persen. "Yang meninggal, sudah tiga hari ini, alhamdulilah tidak ada penambahan: masih di 124 orang; sementara yang sembuh bertambah, ada peningkatan 1,2 persen dari kemarin angka yang sembuh 412 sekarang 422," katanya. 

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VIVA.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut