Meski Settingan, Video Prank Daging Qurban Isi Sampah Dikecam

Video prank daging qurban berisi sampah oleh Youtuber Edo Putra
Sumber :
  • YouTube Edo Putra Official

VIVA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan, Alfajri Zabidi, angkat bicara terkait unggahan video prank bagi-bagi daging hewan qurban berisi sampah di channel YouTube Edo putra Official.

img_title YouTuber Edward Halim Minta Maaf ke Komunitas LGBTQ+, Imbas Dihujat Usai Hina Penjual Baju di Thailand

Dia sangat menyayangkan simbol agama digunakan untuk mengisi konten video YouTube dalam bentuk prank atau mengerjai orang, meskipun video tersebut merupakan settingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekadar informasi, video prank pembagian bungkusan daging qurban berisi sampah viral dan mendapat kecaman masyarakat, terutama di Palembang. Bahkan pihak kepolisian saat ini telah menetapkan Edo Putra, sang pembuat konten video sebagai tersangka.

img_title Dicecar 40 Pertanyaan, Bigmo Akui Kesalahan Soal Live Vape yang Libatkan Anak

"Kita sangat menyayangkan bila ada masyarakat yang menggunakan simbol agama atau hal-hal yang terkait ibadah agama tertentu, untuk dijadikan konten video prank. Sebab hal itu dapat menimbulkan perpecahan dan keresahan umat," katanya, saat dikonfirmasi, Senin, 3 Agustus 2020.

Baca juga: Youtuber Prank Daging Qurban Isi Sampah Minta Maaf, Nyesel

img_title Usai Viral Se-Indonesia, Begini Nasib Pemeran Video 'Yank Uwes Yank' Sekarang

Guna mencegah hal serupa kembali terjadi, Fajri meminta seluruh jajaran Kementerian Agama di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, agar memberikan pembinaan kepada masyarakat.

"Silakan berkoordinasi dengan Forkompinda, MUI, KUA Kecamatan, dan instansi terkait lainnya untuk mengambil sikap terbaik," katanya. "Untuk kasus video prank pembagian bungkusan daging qurban berisi sampah yang kini viral, kita serahkan penanganannya sepenuhnya kepada pihak berwenang, yakni kepolisian," lanjut Fajri.

Dia juga meminta agar pembinaan kepada masyarakat lebih diintensifkan. Jangan sampai kemajuan teknologi dimanfaatkan dan diisi hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan.

"Silahkan kreatif, saya kira banyak ide lain yang lebih bermanfaat dan mendidik, sehingga kita semua merasakan dampak positifnya," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, video berjudul 'PRANK BAGI BAGI DAGING KE EMAK-EMAK ISINYA SAMPAH #THEREALPRANK', diunggah akun YouTube Edo putra Official bertepatan pada hari raya Idul Adha, Jum’at, 31 Juli 2020. Setelah di-upload, video ini langsung viral di media sosial dan mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Dalam video berdurasi 11 menit 56 detik tersebut, nampak Edo bersama rekannya bermaksud membuat prank membagikan daging hewan qurban kepada masyarakat. Namun isinya bukanlah daging, melainkan sampah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut