Menag dan BPIP: Kerukunan Keberagaman Harus Dijaga

Webinar Nalar Kerukunan, Merawat Keberagaman Bangsa, Mengawal NKRI oleh BPIP.
Sumber :

VIVA – Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menghimbau masyarakat untuk terus mengembangkan trilogi kerukunan, utamanya dalam kerangka memperingati Kemerdekaan RI ke-75 dan menyambut Tahun Baru Hijriyah 1442 Hijriyah yang akan jatuh pada besok tanggal 20 Agustus 2020.

img_title Cendekiawan: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Benteng Utama RI untuk Bangkit

Trilogi kerukunan tersebut meliputi kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragaman, dan kerukunan antara umat beragama dengan Pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu diungkapkan Menteri Agama Fachrul Razi dalam acara webinar Nalar Kerukunan, Merawat Keberagaman Bangsa, Mengawal NKRI yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (19/8) di Jakarta.

img_title BPIP: Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI Digelar 15 Agustus

Fachrul Razi menjelaskan, Bangsa Indonesia seharusnya bersyukur memiliki negara yang mampu mempersatukan kemajemukan negaranya oleh Pancasila.

Menteri Agama menyebut, landasan negara menjadi tuntutan bagi bangsa dan negara serta semua elemen bangsa dalam menjalankan fungsinya masing masing dengan segala umat beragama.

img_title BPIP Resmi Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026, Ini Daftarnya!

"Lima sila dalam pancasila adalah titik temu yang mempersatukan keberagaman bangsa menjadi dasar dan norma norma memberikan arah dalam membangun bangsa yang besar ini, untuk itulah saya sangat mengapresiasi webinar merawat keberagaman bangsa yang dibuat oleh BPIP,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Fachrul juga mengatakan, keragaman yang dimiliki Indonesia saat ini sebagai bangsa harus dikelola secara arif dan adil merupakan tanggung jawab bersama.

Menteri Agama selalu mendukung program keagamaan yang sudah dijalankan oleh semua umat beragama serta gagasan sosialisasi yang sudah dibentuk secara bersama.

"Program moderasi merupakan program jangka panjang nasional yang ingin mewujudkan revolusi mental. Moderasi beragama bukan berarti tidak sungguh-sungguh menjalankan agama. Moderasi atau wasatiyyah justru merupakan esensi beragama,” ucapnya.

Senada dengan Menteri Agama, Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi menjelaskan, bahwa momentum peringatan HUT RI dan Tahun Baru Hijriyah selayaknya dipakai sebagai refleksi tentang hubungan mutualistik antara agama dan kebangsaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hijrah Nabi ke Madinah menunjukkan kesamaan dengan kemerdekaan dalam hal pembebasan dari keterbelakangan.   Ikrar kemerdekaan yang menggarisbawahi persatuan di antara keberagaman juga sejalan dengan Piagam Madinah dalam risalah Nabi.

"Dalam sejarah keislaman, Nabi muhammad menunjukkan keberagaman dalam bentuk piagam Madinah, keberagaman diterima dalam suatu kenyataan yang menjadi konsensus bersama untuk mengelola keberagaman." Ucap Prof. Yudian Wahyudi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut