Istana: Penguasa dan Oposisi, Masing-masing Punya Buzzer

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Pihak Istana Kepresidenan RI menilai keberadaan infulencer dan pendengung atau buzzer di media sosial tidak bisa terelakkan lagi di era kekiniaan. Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian, era demokrasi menghendaki ada pihak yang pro dan kontra.

img_title Baru Diungkap! Gita Sinaga Ngaku Pernah Jadi Buzzer saat Masa Kampanye Pemilu, Buat Siapa?

Begitu juga para pendukungnya di media sosial. "Kita menganut demokrasi, pasti ada penguasa dan pasti ada oposisi, masing-masing ada buzzer-nya," kata Donny ketika dikonfirmasi, Jumat 4 September 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Donny menyebut, tugas influencer maupun buzzer memang hadir untuk membela. Kalaupun pemerintah ingin menyampaikan kebijakan atau mengonfirmasi sesuatu, disebut sudah saluran yang resmi yakni menggunakan juru bicara.

img_title Isi Medsos di Jerman Bakal Diatur, 1 dari 5 Konten Wajib Berasal dari Media Tertentu

Baca juga: Anggaran Influencer Rp90 Miliar, Istana: Apa Salahnya?

Ia memastikan, para buzzer yang dikritik oleh sejumlah kalangan baru-baru ini bukan datang dari pemerintah. Dia juga menegaskan, Istana tidak mengorganisir para buzzer.

img_title Prancis Minta Media Sosial TikTok hingga Instagram Diblokir Cegah Kerusuhan Lanjutan

"Pemerintah bekerja dan menyampaikan hasil pekerjaannya melalui jubir-jubir yang ada. Ketika ada buzzer yang berinisiatif untuk bertarung di media sosial membela pemerintah, itu hak mereka," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Donny yang dulu dikenal sebagai akademisi studi filsafat politik itu, menyebut semua pihak berhak melaporkan ke aparat hukum jika merasa difitnah atau menyebarkan kebencian lewat media sosial.  

"Nah itu silakan diproses kalau seperti itu," kata dia. (ren)

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di PN Jaktim

Jokowi Bongkar Momen Pertama Kali Tahu Dituding Punya Ijazah Palsu, Begini Ceritanya

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap awal mula dirinya mengetahui tudingan ijazah palsu yang menyeret namanya. Dia mengaku tahu dari media sosial.

img_title
VIVA.co.id
5 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut