Pakta Integritas Mahasiswa Timbulkan Kontroversi, Ini Penjelasan UI

Danau Kenanga di kawasan kampus UI Depok
Sumber :
  • VIVAnews/Zahrul Darmawan

VIVA – Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (PKKMB-UI) telah ditutup melalui video yang menampilkan Menko Polhukam, Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Tohir, pada Jumat 11 September 2020.

img_title 5 Ton Sampah Menumpuk Setiap Hari di UI, Bisakah Kampus Jadi Lebih Ramah Lingkungan?

UI mencatat, ada sebanyak 8.116 mahasiswa baru dari program sarjana dan vokasi telah menyelesaikan kelas online selama lima hari. Para mahasiswa menyimak banyak persiapan materi pembekalan akademik, non-akademik serta aktivitas merdeka belajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka juga mengikuti serangkaian pre dan post-test, yang hasilnya akan dituangkan dalam sertifikat keikusertaan kelas-kelas online, sebagai salah satu rekomendasi penilaian kelas wajib Matakuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT) di kampus tersebut.

img_title Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru, UI Tempuh Jalur Hukum

Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menyebut, secara keseluruhan pelaksanaan PKKMB pertama secara daring berjalan lancar. 

“Namun terjadi kekeliruan pengiriman dokumen pre, post test, dan pakta integritas yang masih berupa draft sehingga banyak mengundang pro kontra,” katanya pada Sabtu 12 September 2020.

img_title Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Polisi Mulai Sekat Lalu Lintas, Hingga Berjaga di Stasiun dan Gerbang Tol

Baca juga: Mahasiswa Baru UI Wajib Teken Pakta Integritas, Sanksinya Berat

Terkait hal itu, Devie pun meminta maaf atas kekeliruan yang terjadi karena banyaknya materi yang diunggah oleh panitia. Ia mengatakan, mahasiswa terbagi dalam 563 whatsapp grup, yang dikelola oleh 240 mentor.

“Di salah satu kesempatan, data test tidak dapat diakses ataupun tidak dapat dikirimkan ke link yang disiapkan oleh panitia, sehingga dilakukan pengiriman link baru, agar test dapat dilakukan sesuai jadwal,” tuturnya.

Mewakili tim, Devie pun kembali menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaksempurnaan pelaksanaan kegiatan PKKMB tahun 2020 ini. Termasuk sudah terkirimnya dokumen pakta integritas, yang belum difinalisasi.

“Seusai penutupan, kami segera melakukan berbagai evaluasi menyeluruh tentang proses pelaksanaan, termasuk mengirimkan kembali data dan dokumen yang tepat untuk diisi oleh para mahasiswa baru,” katanya.

Lebih lanjut Devie mengatakan, setiap test, quesioner dan dokumen yang dikirimkan kepada 8.116 mahasiswa baru, rata-rata sudah kembali dikumpulkan ke dalam sistem sebanyak lebih dari 95 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami baru sadar ini menjadi masalah justru tahu keberatan yang diungkap media sosial,” lanjutnya.

Devie menyebut, sejauh ini panitia belum menerima keberatan terhadap pakta integritas baik dari mahasiswa dan orang tua/wali. Namun demikian, Devie berjanji panitia akan segera mengirimkan post-test, quesioner dan dokumen yang tidak sesuai dengan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut