Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, PA 212: Janji Belum Terealisasi

Ketua PA 212 Slamet Maarif.
Ketua PA 212 Slamet Maarif.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Persaudaraan Alumni 212 memberikan catatan terkait satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam memimpin Indonesia. 

"Belum ada prestasi yang menonjol, janji-janji belum bisa terealisasi," kata Ketua PA 212, Slamet Maarif kepada VIVA di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020. 

Bahkan, ia menuding pemerintahan Presiden Jokowi ini antikritik dan tidak mau membuka pintu dialog dengan pengunjuk rasa, memaksakan undang-undang yang ditentang umat Islam seperti Haluan Ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Omnibus Law. 

Kemudian, pelemahan KPK begitu tampak, pengelolaan pemerintahan gagal, pertumbuhan ekonomi drastis turun, dan gejala Islamopobia begitu tampak. Masuk tahun keenam mulai antikritik (yang berbeda sikap disikat habis). 

Baca juga: Fadli Zon: Jokowi Harus Bangun Rekonsiliasi, Bukan Diskriminasi

"Dominasi kaum minoritas atas warga Indonesia asli tak bisa dipungkiri sehingga mengarah rakyat jadi budak di negara sendiri," ujarnya. 

Tentunya, lanjut dia, evaluasi ini harus jadi perhatian serius pemerintah Jokowi-Maruf. “Jika memang merasa tidak mampu saran saya sebaiknya mundur secara terhormat,” ujar Slamet Maarif.