Mengenal Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa

Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.SC., Ph.D.
Sumber :
  • Dokumentasi Kominfo.

VIVA – Indonesia melalui Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengembangkan vaksin swadaya anak bangsa. Vaksin ini dikenal dengan nama vaksin Merah Putih.

img_title Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Ketua Konsorsium dan Inovasi Penanganan COVID-19 Kemenristek, Prof dr Ali Ghufron, mengungkapkan selain membantu penanganan COVID-19, pengembangan vaksin ini juga menunjukkan Indonesia mampu untuk mandiri dalam memproduksi vaksin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang dibuat dengan virus yang berasal dari Indonesia dan dikembangkan oleh anak bangsa,” ujar Prof. Ali dalam forum Webinar KPCPEN dengan tema ‘Pengembangan Vaksin Merah Putih Melindungi Negeri’ dikutip, Kamis, 12 November 2020.

img_title Dirut Agrinas Angkat Bicara soal 159 Manajer Kopdes Mundur Usai Latsarmil

Baca juga: Jalan Tol Pertama di Aceh Resmi Berbayar, Segini Tarifnya

Lebih lanjut, dikatakannya, pengembangan vaksin Merah Putih dibagi dalam sejumlah platform sesuai dari bahan produksinya. Di antaranya adalah vaksin subunit, yang berasal dari rekombinasi protein dari mamalia, vaksin berbasis DNA, RNA, dan adenovirus.

img_title 8.000 Kopdes Merah Putih Ditargetkan Terisi Oktober 2026, Ini Daftar Barang yang Bakal Dijual

“Indonesia itu mampu menghasilkan dan berinovasi vaksin COVID-19 lewat vaksin Merah Putih. Vaksin yang terjaga keamanannya, dan kemudian nantinya dapat membentuk herd immunity,” ujar Prof. Ali optimis.

Dia juga berharap vaksin Merah Putih yang dikembangkan ini efikasinya tinggi, halal, dan terjangkau. “Lebih murah dan aman,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para peneliti yang tergabung dalam konsorsium pengembangan vaksin COVID-19 memastikan setiap tahapan sesuai dengan prosedur. Mulai dari mengidentifikasi antigen, pembuatan bibit virus, meneliti vaksin yang ada, membuat prototype vaksin, hingga tahapan uji pra-klinik dan uji klinik.

Setelah semua proses itu dilalui, akhirnya vaksin itu akan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebelum diedarkan ke masyarakat. (ase)

Kepala BRIN, Arif Satria

Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Arif menjelaskan BRIN saat ini memiliki empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin malaria di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut