7 Gerbong Kereta Api Meluncur Tanpa Lokomotif, Apa Sebabnya?

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto.
Sumber :
  • VIVA/Lucky Aditya (Malang)

VIVA – Penyelidikan proses kecelakaan tujuh gerbong kereta api di Stasiun Malang Kota Lama masih dilakukan oleh Daops 8 Surabaya. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto saat dikonfirmasi tentang gerbong meluncur kencang dari Stasiun Kota Baru itu mengaku sedang dalam proses penyelidikan. 

img_title Ada Demo di Jakarta Hari Ini, KAI Ungkap Kondisi Terbaru Perjalanan Kereta dari Gambir

Kejadian ini terjadi sekira pukul 15.02 WIB pada Rabu, 18 November 2020. Namun, hingga Kamis siang, 19 November 2020 pihaknya masih melakukan penyidikan dan belum bisa membuat kesimpulan sementara penyebab kecelakaan gerbong tanpa lokomotif ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya masih menunggu terkait dengan penyelidikan. Mohon teman-teman memahami karena ini kan hasil penyelidikan masih berlangsung. Pola operasi langsiran ini masih dalam tahap penyelidikan. Sekali lagi terkait dengan penyebab dan pola langsiran masih penyelidikan," ujar Suprapto, Kamis, 19 November 2020.

img_title Kereta Api Argo Sindoro dan Argo Merbabu Dihapus, Dilebur Jadi KA Muria Mulai Oktober 2026

Baca juga: Polisi Temukan Identitas Pria yang Dikubur di Kamar Kontrakan

Informasi di masyarakat, rangkaian kereta api ini meluncur cepat dari Stasiun Malang Kota Baru yang berjarak sekira 2 kilometer lebih dari Stasiun Kota Lama.

img_title KAI Tambah Perjalanan KA dari Surabaya ke Jakarta, Catat Daftar Keretanya

Seorang sumber internal kepada VIVA mengungkapkan bahwa kereta api meluncur dari Stasiun Kota Baru saat proses langsir. Langsir adalah pergerakan rangkaian kereta, gerbong, atau hanya lokomotif untuk berpindah jalur rel. Perpindahan jalur terutama diperlukan untuk memisahkan atau merangkaikan kereta atau gerbong.

Dalam kecelakaan ini, tujuh gerbong berjalan mundur tanpa lokomotif. Bahkan gerbong kereta api ini sempat melintasi tiga perlintasan kereta api. Masing-masing di kawasan Boldy atau Jalan Mangunsarkoro, kawasan Kebalen atau Jalan Zaenal Zakse hingga kawasan Kota Lama atau Jalan Martadinata.

Beruntung saat memasuki kawasan Stasiun Kota Lama, gerbong kereta ini berpindah ke jalur dua yang sedang dalam perbaikan. Kemudian menabrak ekskavator dan keluar jalur karena rel putus dalam perbaikan. Sumber internal juga mengungkapkan, jika tidak ada perbaikan rel di jalur dua bisa saja gerbong kereta terjatuh di tikungan dan menimpa rumah warga di sekitar jalur kereta api.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Photo :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya.

Warga sekitar atau saksi mata di lokasi, Slamet Effendy membenarkan jika rangkaian gerbong kereta api meluncur kencang dari arah utara atau Stasiun Kota Baru. Bahkan dia sempat berteriak mengingatkan para pekerja perbaikan rel untuk menghindar karena ada gerbong kereta tanpa lokomotif sedang melintas ke arah mereka di jalur rel dua.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut