Punya Bukti Senpi Laskar FPI, Polisi Ancam Pidana Munarman

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Polda Metro Jaya mengingatkan Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, terkait pidana penyebaran berita bohong atau hoax. Hal itu menyusul pernyataan Munarman yang menyebut polisi fitnah karena laskar pengawal Habib Rizieq Shihab tidak dibekali senjata api.

img_title Pemuda di Bandung Barat Ditangkap, Perakit Senpi Hingga 56 Kali Uji Coba Bom Rakitan

"Jangan mengeluarkan berita-berita bohong, itu bisa dipidana nanti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 8 Desember 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata Yusri, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti terkait senjata api yang dimiliki laskar pengawal Habib Rizieq. Ia mengatakan proses investigasi masih dilakukan polisi.

img_title Legislator DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Menurut Yusri, polisi akan menyampaikan secara jelas jika proses investigasi sudah selesai.

"Saya pertegas di sini bahwa penyidik sudah kumpulkan bahwa senjata api kepemilikan pelaku yang melakukan penyerangan nanti, kami akan jelaskan lagi. Ini sedang dikumpulkan investigasi nanti akan disampaikan kalau sudah lengkap semuanya kepada seluruh teman-teman media yang ada," ujar eks Kabid Humas Polda Jabar itu.

img_title Sengketa Yayasan Diduga Jadi Awal Penemuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Polisi mengklaim punya barang bukti kuat sehingga dapat menyimpulkan kalau benar senpi dibawa laskar dan digunakan untuk melawan polisi. Senpi itu disebut polisi adalah milik salah satu pelaku.

Meski begitu, Yusri tak merinci bukti-bukti itu. Sebab, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti lain terkait kepemilikan senjata api tersebut.

"Statement Munarman FPI tidak pernah membawa senjata api, bukti kepemilikan senjata sudah jelas bahwa si pelaku ini memiliki senjata itu. Buktinya ada, masih didalami semua, masih dilakukan penyelidikan. Pada saatnya akan kita sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Munarman menjelaskan kronologi penembakan yang menimpa enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq. Ia bilang keterangan pers yang disampaikan pihak kepolisian tidak benar dan jauh dari fakta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Munarman, tak ada baku tembak seperti yang diklaim polisi. Sebab, anggotanya tidak ada yang dibekali dengan senjata tajam, apalagi senjata api.

“Yang perlu diketahui, bahwa fitnah besar kalau laskar kita disebut bawa senpi dan tembak menembak dengan aparat. Kami tidak pernah dibekali senpi, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut,” ujar Munarman kepada wartawan, Senin, 7 Desember 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut