Mahfud MD: Indonesia Laboratorium Pluralisme Terbaik di Dunia

Menko Polhukam Mahfud MD
Sumber :
  • Siaran Pers

VIVA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, Indonesia adalah negara pluralisme terbaik di dunia. Indonesia kata dia memiliki ribuan suku namun semuanya bisa bersatu dan hidup harmonis.

img_title Menjaga Toleransi dan Merawat Keberagaman Lewat Kolaborasi Komunitas

"Indonesia itu bisa dicatat sebagai laboratorium pluralisme terbaik dan terbesar di dunia. Sangat plural masyarakat," kata Mahfud di akun LIPI di YouTube, Selasa, 15 Desember 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mahfud juga mengakui, agama Islam menjadi mayoritas dan sangat banyak alirannya. Namun umat Islam katanya masih bisa rukun karena kebanyakan menganut Islam yang moderat atau Islam yang tidak terlalu condong ke radikal atau condong ke liberal.

img_title Pancasila Kunci Memulihkan Kepercayaan Sosial di Tengah Krisis Global

"Apa yang sebabkan kita rukun, karena konsep utama Islam yang kita anut itu wasatiah, Islam jalan tengah," ujar dia.

Menurut Mahfud, Islam di Indonesia dibangun dengan toleransi. Kemudian toleransi juga ditegakkan dengan pluralisme, sehingga terciptalah kerukunan di masyarakat.

img_title Kisah Toleransi dari Pulau Buru: Sekolah Islam Mendidik 3 Siswa Penghayat Animisme

"Jadi kesadaran bahwa hidup itu adalah berbeda karena ciptaan Tuhan. Perbedaan itu diciptakan oleh Tuhan dan di situ kita ingin bersatu di dalam perbedaan," kata Mahfud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mahfud mengakui memang tidak mudah memelihara kesadaran bersama tersebut. Apalagi sekarang ini menurutnya terasa ada hal-hal yang agak mengganggu keharmonisan masyarakat.

"Siapa pun pemerintahnya, kalau kita tidak punya kesadaran kolektif menjaga harmoni ini, ya akan sulit akan menghadapi kesulitan," kata Mahfud. (ase)

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas)

Tak Ada Toleransi, Zulhas Tegaskan Petugas MBG Tak Bertanggung Jawab Bakal Dipecat

Menko Zulhas menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap petugas Program MBG, yang tidak bertanggung jawab dalam penyediaan makanan bagi para penerima manfaat MBG.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut