Warga Desa Terdampak Gempa Majene Butuh Bantuan

Dampak gemba bumi Magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat.
Sumber :
  • BNPB

VIVA – Sejumlah desa yang masih terisolir akibat gempa puncak berkekuatan magnitudo 6,2 di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, mengharapkan bantuan logistik dan bahan makanan. Hingga kini, belum ada bantuan yang disalurkan baik pemerintah, TNI-Polri maupun tim relawan kemanusiaan.

img_title Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

"Belum ada kabar (penyaluran logistik)," kata Palimbuang, selaku Kepala Desa Salutambung Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulbar, saat dihubungi ANTARA dari Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 20 Januari 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan desanya salah satu yang terdampak gempa. Akses jalan yang biasa dilalui menuju Kota Majene tidak bisa ditembus karena mengalami kerusakan cukup parah.

img_title Barat Daya Kota Bogor Diguncang Gempa M 4,1

Pihaknya berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan, mengingat sudah beberapa hari warga mengalami kekurangan bahan pangan. Selain itu, ratusan Kepala Keluarga (KK) yang mendiami desa itu tidak bisa berbuat banyak, karena masih trauma.

"Kalau jumlah kepala keluarga yang ada di satu desa sebanyak 328 orang. Kita tidak bisa keluar desa karena jalanan rusak. Harapannya bisa dikirim bantuan secepatnya," tuturnya.

img_title BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5,2 yang Guncang Lombok Barat Pagi Ini

Mengenai kabar bantuan yang akan disalurkan melalui helikopter dari pihak TNI, kata dia, sampai sejauh ini belum ada kabar. Meski laporan diterima dari warganya sudah ada helikopter terbang di sekitar lokasi yang terisolasi.

Untuk wilayah Kecamatan Ulumanda, terdapat enam desa yang masih terisolir, masing-masing Desa Sambabo, Desa Kabiraan, Desa Tande Allo, Desa Ulumanda, Desa Popenga dan Desa Panggalo.

Informasi yang diperoleh dari koordinator tim relawan kemanusiaan FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Zakir Sabara yang sudah menembus sejumlah desa terisolir mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut, dalam pelaporan titik distribusi logistik.

Distribusi bahan makanan tersebut dilaporkan diangkut menggunakan helikopter milik TNI AL. Bahkan informasi warga sekitar pegunungan sudah melihat helikopter terbang dengan mendistribusikan logistik di kantor camat setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI Makassar itu menyarankan agar distribusi tidak hanya berbasis di kantor kecamatan tapi langsung di daerah terisolir, agar tepat sasaran.

"Karena jarak tempuh ke kantor kecamatan cukup jauh dari kantor desa dan akses jalan masih rusak. Di kantor desa setempat telah disiapkan lapangan untuk bisa mendaratkan helikopter," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut